YLKI Tolak Kebijakan Pencabutan Subsidi Listrik

Foto Ilustrasi via okezone

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak pencabutan subsidi listrik, bila hal itu hanya kedok untuk menerapkan tarif listrik berdasarkan mekanisme pasar. Pasalnya, untuk mengurangi subsidi listrik, pemerintah akan mengonversi pengguna listrik kelompok 450 VA dan 900 VA menjadi pengguna nonsubsidi bila tidak memiliki kartu miskin.

Foto Ilustrasi via okezone
Foto Ilustrasi via okezone

“Pengguna listrik yang akan terkena dampak langsung adalah golongan 450 VA dan 900 VA. Dengan kebijakan tersebut, pengguna listrik dari golongan tersebut akan berkurang kurang lebih 50 persen,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi di Jakarta, Kamis (29/10).

Dikabarkan, pemerintah akan mencabut subsidi listrik yang awalnya mencapai Rp 66 triliun menjadi hanya sekitar Rp 22 triliun pada awal tahun 2016. YLKI menilai pencabutan subsidi listrik yang dilakukan oleh PLN hanya kedok menerapkan tarif listrik berdasarkan mekanisme pasar yang telah ada.

“Kebijakan itu harus ditolak bila hanya kedok untuk pemerintah dan PLN untuk menerapkan tarif listrik berdasarkan mekanisme pasar atau tarif otomatis yang sudah diterapkan pada kelompok 1.300 VA ke atas,” lanjutnya.

Menurutnya, momentum penerapan tarif yang seperti ini juga tak tepat dilakukan di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat. Tulus menilai model tarif ini sangat propasar dan tidak menjadikan kepentingan publik sebagai dasar kebijakan. Karena itu, penerapan tarif ini bisa inkonstitusional karena menjadikan peran negara hilang.

Tulus mengatakan kenaikan tarif secara bertahap tidak akan terlalu memberatkan pengguna listrik golongan 450 VA dan 900 VA. Hal itu cukup rasional karena golongan ini belum pernah mengalami kenaikan tarif sejak 2003. “Untuk menekan subsidi sebenarnya lebih efektif dan efisien apabila pemerintah menaikkan tarif golongan 450 VA dan 900 VA secara bertahap. Lebih efektif dan penghematan subsidi yang terjadi lebih signifikan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *