Turki Dalam Keadaan Darurat Setelah Upaya Kudeta Gagal

Setelah upaya kudeta dinyatakan gagal, kini Turki umumkan hadapi kondisi darurat. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (20/7). Keadaan darurat ini akan berlangsung sekitar tiga bulan.

Selama masa darurat, pemerintahan Erdogan akan mengambil langkah cepat dan efektif dalam melawan para pendukung kudeta. Keadaan darurat akan berlangsung secara efektif setelah diterbitkan dalam lembaran resmi Turki. Kemudian akan dibuat aturan baru untuk membatasi atau menangguhkan hak dan kebebasan oleh presiden dan kabinet.

“Tujuan pendeklarasian kondisi darurat adalah supaya bisa mengambil langkah cepat dan efektif melawan ancaman terhadap demokrasi, supremasi hukum serta hak dan kebebasan rakyat kita,” kata Erdogan dalam sebuah siaran langsung televisi.

45 Ribu Orang Ditangkap dan Dipecat

Ribuan orang ditangkap [image source]
Dalam masa darurat ini, Erdogan telah menangkap dan memecat sekitar 45 ribu orang. Pemerintah Turki menuding orang-orang tersebut mempunyai hubungan dengan ulama Turki yang saat ini berada di AS, Fethullah Gulen. Ia adalah sosok yang dituduh Erdogan sebagai dalang di balik peristiwa kudeta Turki.

45 ribu orang tersebut mencakup para guru, dekan universitas, dan media. Media lokal menyebutkan sekitar 15.300 guru dipecat, 1.577 dekan diminta mengundurkan diri. Sekitar 8.777 staf kementrian dalam negeri diberhentikan dan 1.500 pegawai keuangan dipecat. Turki juga mencabut izin 24 channel TV dan radio terkait tuduhan keterlibatan mereka dengan Gulen. Selain ‘pembersihan’, para akademisi juga dilarang bepergian ke luar negeri untuk mencegah risiko kaburnya pelaku kudeta dari kelompok universitas.

Turki Kehilangan 14 Kapal Laut

Kapal laut Turki [image source]
Di pihak militer, Turki kehilangan 14 kapal Angkatan Laut setelah upaya kudeta gagal. Keempat belas kapal tersebut dinyatakan hilang pada Senin (18/7) malam. Komandan Angkatan Laut Turki Laksamana Veysel Kosele adalah salah orang yang diduga termasuk dalam kudeta Turki. Namun, kabar tersebut masih simpang siur.

14 kapal laut yang hilang tersebut dilaporkan aktif saat kudeta berlangsung dan berlayar di Laut Hitam. Namun, hingga saat ini belum ada tanda 14 kapal tersebut kembali. Kapal-kapal ini dicurigai menuju pelabuhan Yunani, menyusul berita sebelumnya bahwa sekitar delapan perwira Turki dilaporkan mencari suaka di Yunani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *