3 Fakta Mengejutkan Tragedi Penusukan Massal di Jepang

Sebuah serangan massal terjadi di Jepang. Berbeda dengan tragedi penyerangan dengan senjata api di Jerman beberapa hari lalu, pelaku di Jepang ini menggunakan pisau. Tragedi tersebut menimpa sebuah fasilitas bagi para penyandang cacat di Kota Sagamihara, Tokyo Selasa (25/7). Berikut ini kami rangkum fakta-fakta mengejutkan terkait tragedi penusukan di Jepang.

1. Menelan Banyak Korban Jiwa

Penusukan yang terjadi di Yamayuri Garden facility tersebut terjadi Selasa (25/70) dini hari. Polisi setempat mendapat informasi melalui telepon dari salah seorang staff rumah sakit pada pukul 02.30 waktu setempat. Staff tersebut melaporkan seorang laki-laki mengenakan baju hitam dengan sebilah pisau sedang berbaring di lantai Yamayuri Garden facility.

Lokasi kejadian [image source]
Lokasi kejadian [image source]
Saat di tempat kejadian, dikonfirmasi sekitar 15 orang meninggal dunia, 26 luka-luka, dan 20 orang lainnya mengalami luka serius. Namun, beberapa jam kemudian media lokal Jepang, Kyodo mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 19 orang. Korban dengan luka serius telah dilarikan ke 6 rumah sakit di bagian barat Tokyo. Salah seorang ayah dari korban penusukan tak mendapat kabar tragedi ini dari pihak rumah sakit. Ia mendapat kabar tragedi ini dari radio.

“Aku sangat khawatir, tapi mereka tak mengijinkanku masuk,” katanya.

2. Tersangka Adalah Mantan Karyawan

Pelaku penusukan massal di fasilitas penyandang cacat ini adalah seorang laki-laki berusia 26 tahun. Setelah beraksi, pelaku langsung menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Lebih lengkapnya identitas lelaki tersebut masih belum diketahui, namun ia adalah mentan pegawai fasilitas penyandang cacat di Sagamihara tersebut. Pelaku menyebutkan bahwa ia ingin semua orang cacat di dunia ini lenyap.

Ilustrasi pelaku penusukan [image source]
Ilustrasi pelaku penusukan [image source]
Polisi masih menyelidiki motif lain di balik tragedi penusukan ini.

“Kami masih menyelidiki kasus ini,” kata juru bicara kepolisian setempat.

Fasilitas penyandang cacat ini selalu terkunci rapat setiap malam. Pelaku menerebos ke dalam dengan cara memecahkan kaca jendela. Pelaku didakwa dengan tuduhan percobaan pembunuhan dan penyusupan.

3. Sejarah Penyerangan Massal di Jepang

Senjata tajam [image source]
Senjata tajam [image source]
Penusukan massal di Jepang ini merupakan tragedi terburuk sepanjang masa. Sebelumnya pada tahun 2001, mantan petugas kebersihan sebuah sekolah di Osaka melakukan penusukan yang mengakibatkan 8 anak terbunuh dan 15 lainnya luka-luka. Ini adalah tragedi mengerikan kedua yang juga memakan banyak korban. Di tahun 2008, seorang lelaki keluar dari sebuah truk dan menusuk sekitar 12 orang di sebuah pusat perbelanjaan Tokyo. Tahun lalu, tiga anak laki-laki ditangkap karena mengeksekusi seorang bocah berumur 13 tahun dengan pisau. Polisi menduga tingkah bocah tersebut terinspirasi dari organisasi ekstremis Islam, ISIS.

Jepang sebenarnya memiliki peraturan kepemilikan senjata yang ketat. Masyarakat hanya diperbolehkan membawa pisau dengan panjang kurang dari 6 cm jika hal tersebut memang benar-benar diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *