Tersangka Kasus Korupsi La Nyalla Kabur Ke Singapura

Ronnie F Sompie via republika

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronnie F Sompie mengungkapkan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti kini sudah tidak ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Ketua Umum PSSI nonaktif yang masuk dalam daftar pencarian orang itu diketahui melintasi Singapura.

“Hasil pengecekan koordinasi kami dengan atase Imigrasi yang ada di Kuala Lumpur, yang bersangkutan sudah melintas lagi ke Singapura. Tanggal 29 Maret, yang bersangkutan pada pagi hari sekitar pukul 04.00 waktu setempat sudah melintas ke Singapura,” tutur Ronnie F Sompie di Gedung Imigrasi, Kemenkumham, Jakarta, Rabu (30/3).

Meski demikian, Ronnie mengaku belum mengetahui secara detail jalur apa yang ditempuh La Nyalla untuk menyeberang dari Kuala Lumpur ke Singapura. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sejak 29 Maret 2016 menetapkan La Nyalla Mahmud Matalitti ke dalam daftar DPO setelah diketahui tidak lagi berada di Indonesia ketika akan dipanggil paksa untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian saham perdana Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar.

Ronnie F Sompie via republika
Ronnie F Sompie via republika

“Saya belum tahu detailnya. Tapi sepertinya lewat Johor. Kita berupaya mengkoordinasikan karena ada hubungan kerjasama dengan imigrasi di luar negeri. Hasil pengecekan koordinasi kami dengan atase imigrasi yang ada di Kuala Lumpur, yang bersangkutan melintas lagi ke Singapura, sekarang ini kami sedang berupaya dicari dimana keberadaannya,” imbuhnya.

Kejati Jawa Timur sudah mengirimkan surat permintaan cegah selama enam bulan kepada Direktorat Imigrasi pada 18 Maret 2016. La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini pada 16 Maret 2016 lalu. “Permintaan pencegahan untuk tersangka La Nyalla tidak bisa ke luar negeri itu kami terima 18 Maret. Setelah kami cek, tersangka sudah melintas ke luar negeri pada 17 Maret, satu hari sebelum permintaan pencegahan,” ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa dana sebesar Rp 5,3 miliar tersebut digunakan untuk membeli saham perdana di Bank Jatim. Pembelian ini membuat La Nyalla mendapat keuntungan sebesar Rp 1,1 miliar. Singapura selama ini memang menjadi negara yang aman bagi para tersangka maupun terpidana, khususnya kasus korupsi. Sebab pemerintah Indonesia tidak mempunyai perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Singapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *