Ada Iming-iming Uang di Balik Teror Bom Gereja Medan

Minggu (28/8) sebuah percobaan bom bunuh diri dilakukan di Medan. Percobaan tersebut dilakukan di rumah ibadah Santo Yosef, Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara. Beruntungnya percobaan bom bunuh diri tersebut gagal.

Meskipun gagal, seorang pemuka agama Albert S Pandingan menjadi korban pelaku berinisial IAH. Ia menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur dan menggendong bom yang dirakit dengan pipa kuning. Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, para jemaat yang sedang beribadah berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya pada polisi.

Atas aksinya tersebut, pelaku dikenakan Undang-Undang Teroris nomor 15 tahun 2003, serta Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Pelaku Diiming-iming Uang 10 Juta Oleh Orang Tak Dikenal

Setelah diusut oleh pihak kepolisian, IAH mengungkap alasan dibalik percobaan bom bunuh diri tersebut. IAH yang berusia 17 tahun tersebut mendapat iming-iming uang 10 juta dari orang tak dikenal.

“Kalau mau uang Rp10 juta, harus melakukan sesuai dengan yang disebutkan orang itu,” ungkap Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto dikutip dari Metro TV News.

IAH mendapat iming-iming tersebut pada Kamis (25/8). Kemudian pada Jumat (26/8) ia melaksanakan perintah orang tak dikenal tersebut. IAH membeli korek api, lalu menyambungkannya dengan kabel. Selain itu, IAH juga menerima satiu kantong bubuk yang diduga black powder sebagai mesiu.

“Sampai saat ini kita terus menelusuri, memeriksa pelaku secara intensif, termasuk kemungkinan keterkaitan pihak lain dalam persitiwa tersebut,” kata Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *