6 Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Ini Sebelum HILANG SELAMANYA

Sulit untuk mempercayai bahwa ada beberapa tempat keren di bumi yang suatu hari nanti akan hilang untuk selamanya. Pertanyaannya adalah berapa lama sebelum satu per satu tempat-tempat tersebut menghilang dan hanya akan ditemukan pada halaman buku sejarah? Situs traveling Jetsetter merilis tempat-tempat keren yang terancam hilang dari muka bumi, tempat apa sajakah itu?

Memang benar bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, hanya perubahan itu sendiri yang kekal. Begitu pula dengan tempat-tempat indah di dunia. Dengan berbagai faktor, apa-apa yang ada di bumi bisa saja lenyap, entah karena perbuatan manusia atau karena kekuatan alam. Setidaknya ada 8 tempat yang wajib kamu kunjungi segera atau kamu tidak akan melihatnya lagi.

1. Laut Mati, Yordania dan Israel

Siapa yang tidak kenal dengan danau Laut Mati yang terletak di dua negara yakni Yordania dan Israel. Ini merupakan danau air asin yang sangat luas yang memiliki kadar garam tertinggi di dunia sehingga setiap orang yang berenang di dalamnya akan mengapung secara alami. Satu-satunya pemasok air danau ini adalah sungai Yordan.

Laut Mati [image source]
Laut Mati [image source]
Faktanya, dalam empat dekade terakhir kawasan Laut Mati telah mengalami kerusakan parah akibat pertambangan oleh perusahaan kosmetik yang terus menambang dan menguras habis sumber daya laut yang kaya. Hingga saat ini telah lebih dari sepertiga volume air danau mengering, hal ini dapat dilihat dari hotel-hotel dan restoran yang ada di sekitar Laut Mati.

Dulu bangunan-bangunan tersebut berada tepat di pinggir danau, dan kini mereka telah dipisahkan jarak sekitar 1,6 kilometer dari bibir pantainya. Para ilmuwan kemudian memprediksi bahwa Laut Mati akan mengering dalam waktu 50 tahun ke depan.

2. Maladewa

Tempat kedua yang mengantre dalam daftar cerita sejarah adalah destinasi wisata paling terkenal di dunia yaitu Maladewa yang merupakan negara kepulauan di Samudera Hindia. Negara ini terdiri dari 26 atol atau pulau kecil yang rata-rata hanya memiliki ketinggian tak lebih dari 1 meter di atas permukaan air laut.

Maladewa [image source]
Maladewa [image source]
Kondisi geografisnya tersebut membuatnya terancam hilang ditelan laut pada suatu hari nanti. Realita yang sedang terjadi berupa pemanasan global yang menyebabkan gletser di kutub terus mencair memberi dampak pada peningkatan tinggi air laut dunia. Para peneliti bahkan tidak yakin jika Maladewa akan ada pada 100 tahun mendatang. Bahkan saat ini banyak penduduk negara tersebut yang mengungsi kala terjadi pasang naik karena hampir seluruh permukaan tanahnya terendam air laut.

3. Everglades, Florida

Everglades adalah daerah rawa yang terletak di Florida, Amerika Serikat, tepatnya berada di bagian selatan Danau Okeechobee. Kawasan ini berupa lahan seluas 13.350 kilometer persegi dengan panjang 180 kilometer dan lebar 70 kilometer yang berisi beragam lanskap berupa rawa, sabana, hutan bakau serta satu-satunya tempat di bumi di mana buaya dan aligator tinggal dalam satu area secara berdampingan.

Everglades [image source]
Everglades [image source]
Namun dari sekian luasnya kawasan tersebut hanya seperlima yang dilindungi pemerintah dan menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional. Akibatnya daerah rawa Everglades menciut hingga separuhnya akibat dari pembukaan lahan pertanian, pembangunan infrastruktur dan juga hadirnya pemangsa seperti ular python yang memangsa satwa liar di sana. Satwa liar yang tinggal di dalam kawasan tersebut terancam punah terkait makin hilangnya kawasan Everglades.

4. Gunung Kilimanjaro, Afrika

Sebuah keajaiban keberadaan salju di daratan Afrika yang begitu panas dan hal itu bisa kamu temukan di puncak Gunung Kilimanjaro, itupun diperkirakan tidak akan bertahan lama. Entah dengan adanya polusi yang dibuat manusia atau siklus alami dari bumi, pemanasan global adalah hal yang nyata sedang terjadi dan telah lama berlangsung.

Gunung Kilimanjaro [image source]
Gunung Kilimanjaro [image source]
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa salju abadi di puncak Gunung Kilimanjaro telah menyusut 1 persen setiap tahun terhitung sejak tahun 1912. Bahkan es tidak terbentuk lagi sejak tahun 2000 lalu. Es yang telah mencair ini kemudian membuka permukaan gunung yang berwarna gelap yang mana membuat gunung tersebut kian besar dalam menyerap panas matahari. Akibatnya permukaan gunung menjadi lebih panas dan proses pencairan sisa es di puncak kian cepat.

Padahal, gletser di puncak Kilimanjaro telah menjadi daya tarik utama para pendaki untuk pergi ke sana. Kini ilmuwan memperkirakan dalam 15 tahun ke depan seluruh permukaan gunung tersebut akan terbebas dari gumpalan es. Mungkin inilah kesempatan terakhir kita untuk melihat es di Afrika.

5. Pasar Ikan Tsukiji, Jepang

Ke Jepang belum lengkap jika tidak singgah di Pasar Tsukiji, inilah pasar ikan modern paling bersih dan terbesar di dunia yang berada di kota Tokyo. Pemandangan berupa kerumunan para pembeli yang terdiri dari warga lokal dan wisatawan mancanegara adalah hal biasa di sana bahkan meski fajar belum juga terbit. Terdapat tak kurang dari 1.200 kios ikan tersedia sebagai tempat tawar-menawar ikan segar mulai dari tuna hingga salmon.

Pasar Ikan Tsukiji [image source]
Pasar Ikan Tsukiji [image source]
Hingga kemudian beredarlah berita yang menyedihkan tatkala pemerintah kota metropolitan Tokyo mengumumkan bahwa pasar ikan Tsukiji yang berada di Chuo Ward tersebut akan ditutup per tanggal 2 November 2016 mendatang. Pasar yang pertama kali beroperasi tahun 1935 tersebut akan dibongkar dan dibangun jalan penghubung ke berbagai tempat diadakannya Olimpiade Tokyo tahun 2020.

Sebagai gantinya pemerintah menyiapkan pasar baru di Toyosu, Koto Ward. Pasar yang baru tersebut akan dibangun pada lahan seluas 40 hektar yang berarti lebih besar dari pasar lama. Fasilitas modern juga akan disematkan pada pasar pengganti Tsukiji tersebut. Nah, tidak ada banyak waktu buat kamu untuk bisa melihat pasar paling terkenal ini dalam satu tahun mendatang, jadi segeralah kunjungi pasar Tsukiji sekarang juga.

6. Basin Kongo, Afrika

Hutan hujan menghasilkan pasokan oksigen terhadap dunia yang sangat besar dan dimanfaatkan oleh manusia untuk bernafas. Ketika luas hutan tersebut menyusut maka jumlah karbon dioksida akan sedikit yang terserap akibatnya dunia semakin panas yang memicu perubahan iklim global. Basin Kongo, merupakan salah satu hutan penopang ketersediaan oksigen bumi yang terbesar di dunia setelah Hutan Amazon.

Basin Kongo [image source]
Basin Kongo [image source]
Mirisnya hutan ini semakin hari semakin menyempit akibat pembalakan liar, pembukaan lahan pertanian, pertambangan dan juga perang sipil. Bahkan di sana telah dibangun jalanan beraspal yang makin mempermudah pembalak untuk melakukan illegal logging. Padahal kawasan hutan tersebut juga menjadi rumah bagi gorila gunung yang terancam punah. Jika upaya pelestarian tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka diperkirakan pada tahun 2040, dua pertiga hutan akan musnah.

Itulah tempat-tempat di dunia yang terancam musnah dalam waktu yang tidak lama. Mungkin kamu perlu memikirkan kembali untuk mengunjungi mereka sesegera mungkin sebelum kamu hanya mendengar namanya dalam cerita sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *