4 Pejabat Indonesia Yang Ternyata Tak Hafal Pancasila

Bupati Magetan

Sejak SD, pasti Anda sering mendengar guru menjelaskan tentang Pancasila. Pancasila adalah nilai-nilai bagsa Indonesia yang seharusnya tak hanya dihafal, tapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi semakin hari, Pancasila semakin terlupakan. Seakan itu hanyalah atribut kelengkapan negara.

Bukan hanya masyarakat biasa, ternyata para pejabat yang seharusnya memberikan contoh yang baik juga ada yang tidak hafal Pncasila. Ada yang salah mengucapkan, ada juga yang lupa sama sekali satu sila dalam Pncasila. Penasaran siapa saja pejabat tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Bupati Magetan Sumantri

Betapa malunya Bupati Magetan Sumantri yang menjadi bahan tertawaan para PNS di lingkungan Kementrian Agama Kabupaten Magetan. Pasalnya, saat upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-67 Kemenag di alun-alun kabupaten setempat, Kamis Januari 2012 yang lalu, Sumantri luput mengucapkan sila kedua Pancasila dan malah mengucapkan “persatuan Indonesia”.

Bupati Magetan
Bupati Magetan [image source]
Seluruh peserta upacara jadi heboh dan ada sebagian yang malah menertawakannya. Kesalahan tersebut segera disadari oleh Sumantri kemudian ia memperbaikinya. Seusai upacara, Sumantri menjelaskan jika kesalahan dalam upacara seperti itu adalah hal yang wajar, karena ia hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

2. Gubernur Riau Wan Abubakar

Jika yang tak hafal pancasila adalah murid sekolah SD, mungkin sang guru akan langsung memberikan sanksi. Tapi jika yang melakukannya adalah seorang gubernur, siapakah yang akan memberikan sanksi? Gubernur Riau Wan Abubakar pernah melakukan kesalahan saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2008 di halaman Kantor Gubernur.

Gubernur Riau Wan Abubakar
Gubernur Riau Wan Abubakar [image source]
Saat gilirannya membacakan Pancasila, ia hanya membaca empat sila saja. Sedangkan sila kelima tidak dibaca sama sekali. Bahkan setelah itu, upacara tetap dilanjutkan dan Wan Abubakar tetap memberikan pidato seperti tidak terjadi kesalahan apapun. Saat dimintai keterangan setelah upacara berlangsung, Wan Abubakar mengaku khilaf atas kesalahnnya tersebut.

3. Para Calon Wakil Bupati Soppeng

Kali ini bisa dibilang sudah keterlaluan. Karena yang tidak hafal bukan satu orang saja, tapi enam orang tidak hafal Pancasila dan keenam orang tersebut adalah calon wakil Bupati Soppeng. Kejadian memalukan ini terjadi saat debat terakhir Pilkada Soppeng tahun 2010. Dari tujuh orang cawabub, yang hafal hanya satu orang saja. Keenam cawabub tersebut menyebutkan sila demi sila Pancasila dengan terbata-bata dan tidak lancar.

Para Calon Wakil Bupati Soppeng
Para Calon Wakil Bupati Soppeng [image source]
Kejadian ini bermula dari permintaan Cawabup Andi Hendra Pabeangi dari pasangan Syamsu Niang-Andi Hendra Pabeangi (SAUDARATA) “Pertanyaan saya yakni, saya minta agar menghafalkan Pancasila,” katanya. Tapi tak disangka Andi Hendra sendiri tidak hafal dan terbata-bata saat mengucapkan Pancasila.

4. Almarhum Taufik Kiemas, Ketua MPR

Almarhum Taufik Kiemas, suami dari mantan Presiden Megawati, sekaligus orang yang pernah menjabat ketua MPR, juga pernah tidak hafal Pancasila dan salah membaca Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai seorang pejabat negara saat itu, ia berkesempatan membacakan pembukaan UUD 1945.

Taufik Kiemas
Taufik Kiemas [image source]
Meskipun teks sudah ada di tangan Taufik Kiemas tetap salah menyebutkan isi pembukaan UUD 194. Tak hanya itu, saat membacakan pancasila ia juga salah menyebutkan sila ketiga. “Persatuan Indonesia yang dipimpin oleh hikmat…” katanya, padahal seharusnya sila ketiga berbunyi “persatuan Indonesia”.

Pancasila adalah hal yang sangat penting untuk mengukuhkan jati diri bangsa Indonesia. Lalu apa jadinya negeri ini, jika para pejabatnya hanya berebut kursi kekuasaan tanpa didasari dengan pengamalan Pancasila. Bagaimana mau diamalakan, jika hafal saja tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *