Sultan Hamid II, Perancang Lambang Garuda Pancasila Yang Terlupakan

Lambang garuda yang kita gunakan saat ini adalah lambang negara yang menyatukan bangsa Indonesia. Sebagian besar masyarakat tahunya yang merancang lambang negara tersebut adalah Muhammad Yamin. Padahal sebenarnya yang mengusulkan ide tentang Garuda Pancasila adalah Sultan Hamid II.

Tak banyak yang mengetahui tantang sosoknya. Padahal ia berjasa karena menyumbang rancangan lambang negara. Tentu ada alasan kenapa namanya seolah-olah tenggelam dan terlupakan. Ingin tahu lebih dalam tentang Sultan Hamid II? Berikut ini ulasannya.

1. Lahir Dari Keluarga Kerajaan

Sultan Hamid II lahir tanggal 13 Juli 1913 dan merupakan bagian dari keluarga Kesultanan Pontianak. Ayahnya sendiri adalah Sultan Pontianak Syarif Muhammad Alkadrie. Melalui Ayahnya tersebutlah ia kelak mewarisi Kesultanan Pontianak menggantikan Ayahnya yang meninggal akibat agresi Jepang.

Sultan Hamid II berdampingan dengan Presiden Soekarno
Sultan Hamid II berdampingan dengan Presiden Soekarno [image source]
Sultan Hamid II adalah seorang perwira militer yang menyelesaikan pendidikan KMA di Breda, Belanda. Ia sebelumnya juga pernah menempuh pendidikan lain diantaranya ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun kemudian lanjut ke THS Bandung. Dengan berbekal pendidikan itulah kemudian ia terjun ke dalam dunia politik hingga upaya-upaya meraih kemerdekaan Indonesia bersama tokoh-tokoh pejuang lainnya seperti Soekarno dan Mohammad Hatta.

2. Karir Politik Sultan Hamid II

Karena menjadi penguasa Daerah Istimewa Kalimantan Barat. Maka Sultan Hamid II jadi sering terlibat dan ikut serta dalam beberapa perundingan antara Indonesia dan Belanda di antaranya adalah Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.

Sultan Hamid dalam konferensi meja bundar
Sultan Hamid dalam konferensi meja bundar [image source]
Bahkan Ia juga memperoleh jabatan asisten Ratu Belanda sebagai Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden hal itu membuatnya sebagai orang Indonesia Pertama Yang memperoleh jabatan tertinggi dalam kemiliteran Hindia Belanda.

Saat kedaulatan Indonesia berubah menjadi Republik Indonesia Serikat. Soekarno mempercayainya sebagai seorang menteri negara dalam kabinet pimpinan Mohammad Hatta yang menjabat Sebagai Perdana Menteri

3. Mengusulkan Lambang Negara

Selama masa jabatan sebagai menteri negara itulah Sultan Hamid II ikut serta dalam merumuskan lambang Negara Indonesia. Awalnya Presiden Soekarno Menugaskan Tim dibawah koordinator Sultan Hamid II untuk menyeleksi usulan Lambang Negara.

Peradilan Sultan Hamid II
Peradilan Sultan Hamid II [image source]
Akhirnya terpilih dua gambar terbaik yang masing-masing diusulkan oleh Sultan Hamid II dengan burung garuda dan Mohammad Yamin dengan lambang matahari.dan yang terpilih adalah Garuda sedangkan gambar matahari karya Mohammaad yamin ditolak oleh DPR karena sinar matahari seakan memperlihatkan pengaruh Jepang.

Sultan Hamid dua mengadopsi tokoh mitologi Garuda dalam kepercayaan Hindu-Budha maka usulan pertamanya adalah burung garuda yang memiliki tangan. Setelah dipertimbangkan akhirnya diputuskan rancangan final burung garuda tanpa lengan lengkap dengan pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika.

lambang Negara Garuda Pancasila kemudian untuk pertama kalinya dikenalkan pada masyarakat umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.

4. Sultan Hamid II dan Peristiwa Westerling

Sultan Hamid adalah perancang lambang negara. bukankah ia menjadi orang yang berjasa dan pantas disebut sebagai pahlawan? Jangankan diakui menjadi pahlawan namanya saja tak banyak muncul di buku-buku sejarah. Pemerintah Soekarno yang berkuasa saat itu seolah-olah menenggelamkan nama Sultan Hamid II.

Peristiwa Westerling
Peristiwa Westerling [image source]
karena keterkaitannya dengan peristiwa westerling dan ancaman pemberontakan APRA di Bandung Tahun 1950. Ia sempat di tangkap dan mengakui keterlibatannya dalam merencanakan pembunuhan terhadap beberapa petinggi RIS salah satunya adalah Sultan Hamengkubuwono IX

5. Upaya Pemulihan Nama Baik

Setelah sekian lamanya nama Sultan Hamid II dilupakan. Akhirnya ada upaya-upaya untuk pemulihan nama Baik Sultan Hamid II salah satunya dilakukan oleh Anshari Dimyati ia menggugat apa yang dicapkan kepada Sultan Hamid II merupakan Kebohongan Sejarah.

Sultan Hamid Bersama Isterinya
Sultan Hamid Bersama Isterinya [image source]
Hal itu berdasarkan tesis yang ia susun perihal Keterlibatan Sultan Hamid II dalam peristiwa westerling. Anshari mengungkapkan bahwa Sultan Hamid II bukanlah dalang dari pemberontakan APRA. “Sultan Hamid II memang mempunyai niat untuk melakukan penyerangan dan membunuh tiga dewan Menteri RIS, tapi tidak jadi dilakukan dan penyerangan pun tidak terjadi. Itu yang harus diluruskan,” Ungkap Anshari Dimyati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *