Sofjan Wanandi : Demo Buruh Tak Masalah Jika Di Luar Jam Kerja

Foto Ilustrasi via sindonews

Para buruh dari berbagai golongan kembali akan melakukan aksi demonstrasi serta mogok kerja. Hal tersebut berkaitan dengan adanya penolakan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang sistem pengupahan yang dinilai belum memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan memaparkan bahwa sebenarnya buruh mempunyai hak untuk mogok kerja. Hal itu dapat dilihat dari hak demokrasi bangsa Indonesia. “Mogok nasional menurut kita terserah saja, itu kan hak demokrasi mereka (buruh),” kata Sofjan di Jakarta, Selasa (24/11).

Sofjan juga menilai buruh memiliki hak untuk melakukan protes karena upah yang diterima tidak layak sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Akibat dari protes tersebut, ada sekitar empat juta buruh yang akan melakukan mogok bekerja. “Itu haknya buruh untuk demo, mereka kan menyatakan mogok,” ungkapnya.

Foto Ilustrasi via sindonews
Foto Ilustrasi via sindonews

Sofjan pun menilai aksi mogok kerja buruh bisa sah karena ada perselisihan antara pemberi kerja dengan pegawai. Selama alasannya masih masuk akal, Sofjan menilai buruh bebas bisa melakukan pemogokan. “Di dalam UU kita tuh tidak ada mogok kalau tidak ada perselisihan dan masalah,” lanjutnya.

Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengancam akan memotong gaji para buruh yang ikut demo besar-besaran yang dikomando Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dia mengatakan demo dan mogok buruh memang jadi hak demokrasi para pekerja.

Namun sejauh ini, para pekerja yang berada di bawah perusahaan anggota Apindo tidak ada yang mengikuti demo. “?Mogok nasional menurut kita terserah. Itu hak demokrasi mereka. Semua perusahaan kita tetap bekerja dan enggak ikut mogok. Itu yang mogok bukan orang kita,” kata Sofjan Wanandi di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (24/11).

Pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh perusahaan anggota Apindo bahwa buruhnya tidak boleh ikut demo dan mogok. Hal tersebut masih diperbolehkan selama tidak mengganggu jam kerja. “Kalau ikut mogok bukan jam kerja enggak masalah sih. Kita enggak akan mentolerir lagi kalau enggak. Kalau mau mogok ya kita potong gaji,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *