Serangan Udara Suriah Lumpuhkan Fasilitas Medis di Aleppo

Serangan udara Suriah menghantam 4 rumah sakit dan bank darah lokal di Aleppo. Serangan yang dilancarkan hari Sabtu tersebut menewaskan seorang bayi yang baru berusia dua hari. Serangan yang terjadi pukul 1 dini hari waktu setempat, membuat suplai oksigen sang bayi terputus.

Dampak lain dari serangan tersebut adalah tersendatnya perawatan medis bagi lebih dari 200 ribu warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai oleh pemberontak. Menurut Syrian Observatory for Human Rights, serangan udara tersebut melumpuhkan empat klinik di ibukota provinsi Aleppo dan satu di Atareb. Asosiasi Dokter Independen (Independent Doctor’s Association/IDA), menambahkan rumah sakit tersebut tidak akan bisa beroperasi akibat serangan udara oleh pesawat tempur Rusia dan Suriah.

“Para dokter hanya bisa berteriak meminta rekan mereka melindungi para bayi,” kata salah seorang dari kelompok Asosiasi Dokter Independen Suriah.

Pekan lalu, rumah sakit di permukiman Maadi rusak dan beberapa petugas kesehatan terbunuh. Sejak konflik Suriah meletus tahun 2011 lalu, lebih dari 280 ribu orang tewas dan jutaan terpaksa mengungsi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Suriah adalah tempat paling berbahaya bagi petugas kesehatan. Tahun lalu, terdapat 135 serangan terhadap fasilitas kesehatan dan petugas.

Terjadi Beberapa Jam Sebelum Assad Menyatakan Siap Damai

Presiden Suriah, Bashar al-Assad [image source]
Presiden Suriah, Bashar al-Assad [image source]
Peristiwa serangan udara ini terjadi beberapa jam sebelum President Bashar al Assad menyatakan akan membicarakan lebih lanjut konflik yang sudah berlangsung selama 5 tahun ini. Pembicaraan tersebut disinyalir menunjukkan kemungkinan adanya kesepakatan damai. PBB berencana akan membahas kembali konflik ini di konferensi Jenewa di Bulan Agustus, setelah kesepakatan damai sebelumnya gagal.

“Suriah telah siap melakukan dialog dengan dukungan PBB, tanpa syarat apapun dan tanpa campur tangan pihak asing,” seperti dikutip dari media lokal SANA.

Sementara itu, Amerika dan Rusia melakukan embahasan mengenai kerja sama militer untuk mengatasi kelompok ekstrimis di Suriah. Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan bahwa, bulan ini Washington dan Sekutu Moskow, Damaskus telah sepakat untuk membawa Suriah kembali ke jalur perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *