Jelang Eksekusi Mati Ratusan Aparat Kepolisian Disiagakan

Menjelang proses eksekusi mati 14 orang terpidana kasus narkoba, sejumlah aparat kepolisian telah disiagakan di Pulau Nusakambangan. Dilansir dari Metro TV News Jumlah aparat kepolisian yang ditugaskan untuk berjaga adalah sebanyak 616 personel.

“Rincian persiapan eksekusi 14 terpidana, total 616 personel kepolisian,” jelas Irjen Boy Rafli Amar, Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Jumlah tersebut dibagi menjadi 2 ring. Menurut informasi, ring pertama berisi tim eksekutor, tim kawal, dan tim pengendali sejumlah 486 personel. Sedangkan 130 personel lainnya bertugas melakukan penjagaan di ring dua.

Saat ini regu tembak sudah berada di Nusakambangan dan keluarga para narapidana sudah diberitahu mengenai eksekusi mati ini. Ke-14 marapidana tersebut diantaranya adalah Freddy, Zulfiqar, dan Merri.

“Semua sudah pada posisi masing-masing. Baik itu petugas keamanan dari kepolisian, kemudian regu tembaknya, yang dieksekusi pun sudah berada di posisi masing-masing. Keluarga sudah diberitahu,” terang Jaksa Agung M Prasteyo.

Selain itu, Kementrian Luar Negeri juga sudah mengabarkan kepada seluruh duta besar yang warganya dieksekusi mati. Prasetyo berharap semua pihak mampu menerima keputusan eksekusi mati ini.

“Saya harap semua pihak bisa memahami ini, termasuk para pengacara masing-masing terpidana hendaknya bisa membantu meskipun mungkin masih belum sepenuhnya sepaham dengan kita. Apa yang kita lakukan betul-betul untuk kepentingan bangsa ini,” pungkasnya.

Desakan PBB Terkait Eksekusi Mati di Indonesia

Perserikatan Bangsa-Bangsa [image source]
Perserikatan Bangsa-Bangsa [image source]
PBB dan beberapa negera, serta kelompok HAM mendesak Indonesia agar menghentikan eksekusi mati terhadap gembong narkoba ini. Dilansir dari Sindonews, desakan dari PBB disampaikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad Al Hussein.

“Meningkatnya penggunaan hukuman mati di Indonesia sangat mengkhawatirkan, dan saya mendesak pemerintah untuk segera mengakhiri praktik yang tidak adil ini dan tidak sesuai dengan hak asasi manusia.” ungkapnya.

Menurutnya, hukuman mati bukanlah pencegah yang efektif dibandingkan dengan bentuk-bentuk hukuman lain. Eksekusi mati juga tidak melindungi orang dari penyalahgunaan narkoba. Ia mengatakan bahwa eksekusi mati di bawah hukum internasional hanya digunakan untuk kejahatan yang melibatkan pembunuhan yang disengaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *