DP 0% Kendaraan Bermotor Tuai Pro Kontra

Setelah kabar penurunan uang muka KPR, kini rencananya DP kendaraan motor akan dihilangkan. Saat ini Otoritas Jasa Keuangan tengah mengkaji kebijakan tersebut. Menurut rencana, DP Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) akan dipangkas hingga 0 persen.

Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, kelonggaran kebijakan tersebut dilakukan untuk menggenjot bisnis pembiayaan kendaraan bermotor. Menurutnya, saat ini bisnis industri tersebut sedang tersendat.

“Ya kan ada aturan LTV bagi perusahaan pembiayaan. Kan kemarin kita sudah dengar BI mengubah. Perusahaan pembiayaan pun kita buka pertimbangan untuk melonggarkan. Tapi nggak mungkin nol lah. Nanti kayak blind trust tadi,” ujarnya.

Pemangkasan uang muka tersebut berkaitan dengan stagnannya penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Semester I tahun 2016 ini kendaraan yang terjual baru 531.929 unit, sedangkan targetnya adalah 1.050.000 unit. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini hanya tumbuh 1,2 persen.

“Ada pengaruh untuk pertumbuhan kredit. Data terakhir yang saya lihat kemarin penjualan mobil dan kendaraan bermotor roda empat kan tidak meningkat. Saya pikir, kembali terkait dengan iklim ekonomi yang ada. Jadi kalau ekonomi terus tumbuh, permintaan untuk itu juga terus meningkat,” lanjut Muliaman.

Pro Kontra Pemangkasan Kredit Kendaraan Bermotor

Di lain pihak, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK Edi Setiadi menyatakan, rencana tersebut masih dikaji. Jika pada akhirnya diterapkan DP 0%, hal tersebut bersifat sementara.

“Walaupun nanti bila jadi dikeluarkan kebijakan DP 0% yang sifatnya sementara, individual perusahaan pembiayaan tetap akan mengenakan DP sesuai dengan profil risiko peminjam,” jelasnya.

Dealer kendaraan bermotor [image source]
Dealer kendaraan bermotor [image source]
Direktur Pemasaran PT Federal International Finance (FIFGroup), Djap Tet Fa juga mengatakan, DP diperlukan konsumen untuk menentukan kualitas kredit. Jika DP Kredit Kendaraan Bermotor dihapus, akibatnya cicilan kendaraan per bulan akan jadi mahal. Ke depannya, FIFGroup akan tetap memberlakukan kredit pada konsumen sebagai salah satu cara approval pengajuan kredit motor.

“Kita liat list konsumen. Kami akan melakukan survey untuk menganalisa kemampuan konsumen membayar kredit. Sebagai perusahaan pembiayaan, kita peduli dengan resiko. Kita menjaga pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit,” katanya.

Mengenai kapan peraturan ini akan diberlakukan, Edi Setiadi menekankan kembali bahwa peraturan ini masih dalam kajian. Jadi, masyarakat diharapkan menunggu ketetapan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *