Polisi Amankan Lapas Bentiring, Bengkulu Pasca Kerusuhan

Menyusul kerusuhan yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Bentiring Kota Bengkulu, saat ini Kepolisian Resor Kota Bengkulu mengambil alih seluruh tugas pengamanan. Tugas yang seharusnya dilaksanakan oleh sipir tersebut, diambil alih karena terdapat beberapa sipir yang terlibat kasus peredaran narkoba. Sampai saat ini kasus tersebut dalam tahap pengusutan.

“Sekarang pengamanan di lapas kita ambil alih untuk sementara, khusus manajemen untuk memberikan makan terus kebersihan, itu masih dari lapas,” terang Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta.

Kapolres Bengkulu sempat meringkus dua orang pengedar narkoba. Setelah diteliti lebih lanjut, peredaran tersebut dikendalikan dari dalam lapas.

“Kami mengebon tersangka AB, dan setelah itu melakukan penggeledahan pada ruangan yang pernah didiaminya Kamis 21/7,” sambungnya.

Selain mengamankan beberapa tahanan, Kapolres Bengkulu juga menangkap Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan berinisial Ho, seorang sipir berinisial Ri, dan polisi khusus lapas berinisial Ss.

Kronologi Kerusuhan Lapas Bentiring, Bengkulu

Polisi saat menangani tersengka [image source]
Kerusuhan terjadi pada Kamis (21/7) bermula dari penangkapan dua pengedar narkoba. Setelah diselidiki, peredaran narkoba tersebut dikendalikan dari dalam lapas. Kemudian polisi menggeledah sel pengedar berinisial AB dan hendak berlanjut ke sel lainnya.

Namun, warga binaan lainnya berhamburan keluar dan menolak penggeledahan yang akan dilakukan oleh kepolisian. Situasi semakin memanas. Warga binaan melakukan perlawanan dan pemukulan terhadap kepolisian. Kapolres Bengkulu diduga menjadi korban pemukulan dengan menggunakan raket tenis milik salah satu warga binaan.

Barang bukti sabu-sabu, 131 unit handphone dengan berbagai merk, tiga buah tabungan, 5 kartu ATM, dan enam buah timbangan digital berhasil ditemukan di atas tower penampungan air. Polisi juga mengamankan sebuah raket sebagai barang bukti kerusuhan.

Amukan warga binaan berhasil diredam setelah kepolisian mengamankan 8 orang yang diduga tersangka kasus pengedaran narkoba dalam lapas. Saat ini kondisi lapas sudah kondusif. Namun, polisi tetap melakukan pengamanan di lokasi lapas, baik di area luar maupun dalam. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin terjadi.

”Semua barang bukti, delapan warga binaan, dan tiga pegawai Lapas sudah diamankan,” ungkap Kapolres Bengkulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *