Miris, 5 Hewan Ini Menjadi Korban Perlakuan Sadis Manusia

Penyiksaan Monyet Dari Dibiarkan Kelaparan Hingga Digantung

Belakangan ini sikap manusia terlihat semakin sadis dan brutal. Dari kasus Salim Kancil hingga gadis bernama PNF menjadi salah satu korban perlakuan sadis orang-orang di sekitar kita. Dengan sesama manusia saja, beberapa orang ini tega menganiaya hingga membunuh apalagi dengan makhluk lain?

Perlakuan sadis ini juga dirasakan oleh beberapa hewan. Layaknya para korban yang mengalami penganiayaan, beberapa orang juga tega membunuh hewan yang tak bersalah ini dengan sadis. Dari sekian banyaknya hewan, beberapa hewan di bawah ini menjadi langganan hewan yang sering di aniaya.

1. Anjing di Festival Yulin

Hewan yang mengalami domestika dari serigala ini sebenarnya sangat menggemaskan. Mereka sangat lucu dan cerdik hingga banyak orang yang bersedia menjadikannya hewan peliharaan. Bahkan mereka tidak tanggung-tanggung memberikan makanan enak dengan harga yang fantastis untuk hewan paling setia ini.

Pembunuhan Anjing Secara Sadis
Pembunuhan Anjing Secara Sadis[Image Source]
Sayangnya, tidak semua anjing menjalani hidup yang nyaman. Ribuan anjing setiap tahunnya terbunuh dengan sadis. Salah satunya negara yang dengan tega melakukan pembunuhan besar-besaran dengan sadis adalah China. Bukan hanya mencekik atau memotong, beberapa orang China membunuh anjing dengan cara dibakar hingga direbus hidup-hidup.

2. Kucing, Mitos Di Korea

Bukan hanya anjing, hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan satu ini ikut menjadi korban kekerasan oleh manusia. Di Korea, kucing menjadi hewan paling jarang ditemui oleh banyak orang. Bukan karena jumlah mereka yang langka, namun kebanyakan dari mereka bersembunyi dan menghindari manusia.

Siksa Kucing Karena Mitos
Siksa Kucing Karena Mitos [Image Source]
Tingkah laku dari hewan ini dikarenakan kebencian orang Korea terhadap kucing. Banyak dari mereka yang percaya mitos bahwa kucing membawa penyakit ketika malam hari. Sehingga jalan satu-satunya agar terhindar dari penyakit dengan cara membiarkan mereka mati kelaparan atau menyiksanya hingga sekarat.

3. Beruang di Sangkar Singa

Penganiayaan terhadap beruang juga terjadi di Korea Selatan. Penyiksaan hewan satu ini berbeda dari hewan yang lain. Penyiksaan yang terjadi di kebun binatang Everland Park Zoo di Yongin, Korsel ini dilakukan dengan melepaskan beruang ke dalam kandang singa. Bisa dibayangkan bagaimana nasib beruang ini.

Beruang dalam sangkar singa
Beruang dalam sangkar singa [Image Source]
Ya, para pekerja di kebun bintang ini mengaku bahwa tindakan yang mereka lakukan untuk melatih si beruang agar siap hidup di hutan. Tentu tindakan tersebut tidak professional dan merupakan tindak kejahatan yang menyakiti hewan yang dilindungi.

4. Monyet di Atraksi Topeng Monyet

Sering lihat topeng monyet? Pernah terfikirkan tidak, bagaimana mereka belajar untuk bisa melompat sana-sini dengan lincah seperti itu? Banyak dari kita beranggapan bahwa mereka sudah terlatih dari mulai lahir sehingga untuk melompat dan membawa sepeda motor mainan itu sudah biasa.

Penyiksaan Monyet Dari Dibiarkan Kelaparan Hingga Digantung
Penyiksaan Monyet Dari Dibiarkan Kelaparan Hingga Digantung [Image Source]
Namun, pemikiran tersebut salah besar. Hewan satu ini ternyata harus masuk ke sekolah atau lebih familiarnya adalah tempat penyiksaan hewan. Mereka dibiarkan kelaparan dan diberikan makan sedikit demi sedikit agar bisa patuh terhadap pawang. Jika tidak bisa patuh, mereka disiksa dengan cara digantung dalam posisi terbalik selama berjam-jam. Dan penyiksaan ini akan tetap berlanjut saat dan usai atraksi.

5. Burung Disiksa Hingga Perdagangan Ilegal

Penganiayaan terhadap hewan satu ini mungkin tak sampai membuat mereka mati mengenaskan. Tapi sudah banyak kasus yang cukup menggambarkan betapa mirisnya kehidupan hewan satu ini. Salah satunya adalah perdagangan ilegal burung kakatua beberapa waktu lalu.

Penganiayaan hingga penjualan ilegal burung
Penganiayaan hingga penjualan ilegal burung [Image Source]
Beberapa orang yang tak bertanggung jawab ini tega memasukan burung mungil ini ke dalam botol minuman untuk dijual. Selain burung Kakatua, burung Dara juga digunakan oleh beberap orang untuk bermain sehingga menyiksa kehidupan hewan satu ini.

Manusia memang diberikan akal dan fikiran yang tidak dimiliki oleh hewan. Hal itulah yang membuat berbeda antara manusia dan hewan. Meski ditakdirkan dengan perbedaan, kita sebagai makluk hidup harusnya saling menghargai dan melindungi satu sama lain, termasuk melindungi hewan. Yuk Jaga hewan di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *