Pendiri Google Sergey Brin Berkunjung Ke Indonesia

Pendiri Google Sergey Brin via tempo

Pendiri Google Sergey Brin mengunjungi Jakarta setelah liburan Natal di Raja Ampat, Papua, Barat, Selasa (29/12). Sergey pun bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebelum kembali ke Amerika Serikat. Topik pertemuan belum diketahui, tapi belum lama ini Google membuat perjanjian kerja sama dengan pemerintah demi Loon proyek balon Google yang dapat membantu akses jaringan telepon dan Internet di pedalaman.

Balon Google rencananya diterbangkan mengelilingi Indonesia di ketinggian 20 kilometer. Balon ini akan memancarkan sinyal 4G LTE dengan frekuensi 900 MHz. Sinyal seluler 4G LTE ini adalah teknologi dengan base station buatan Google sendiri. Google akan bekerja sama dengan tiga operator yakni Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Balon bisa terbang 150 hari di angkasa dan saat mengempis balon akan mendarat di daratan.

Menkominfo menambahkan Loon adalah sisi pemenuhan akses untuk wilayah rural. Sergey juga menanggapi dengan kondisi geografik Indonesia Loon sangat sesuai dapat menjangkau luas area permukaan dengan diameter 80 km. Google Loon Project akan trial selama tahun 2016 di Indonesia bekerja sama dengan tiga operator selular di pita frekuensi 900 MHz yang telah dialokasikan kepada operator selular Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Pendiri Google Sergey Brin via tempo
Pendiri Google Sergey Brin via tempo

Prinsipnya Google tak akan pernah dan tak menjadi operator baru, melainkan hanya sebagai penyedia teknologi tower dan eNodeB (BTS) di angkasa. Google Loon Project Trial ini hanya digunakan untuk kepentingan komunikasi dengan batasan yang tegas dan jelas. Ini adalah solusi alternatif dan komplementer penetrasi broadband 4G daerah perdesaan, perbatasan dan wilayah-wilayah pantai serta pulau-pulau maritim.

Kemenkominfo telah mempelajari inisiatif Google Fiber dan terjadi kerjasama yang sangat baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah di Amerika Serikat dan penyelenggara TIK termasuk Google dengan prinsip-prinsip open access, non diskriminatori, partisipasi semua stakeholder. Perangkat Android 4G murah menjadi tujuan kebijakan Kemenkominfo tahun 2017 agar handset 4G untuk layanan broadband bisa terjangkau oleh masyarakat.

Menkominfo juga menyampaikan mindset tentang cara membuat Indonesia menjadi digital ekonomi yang paling besar di Asia Tenggara yaitu dengan menciptakan 1.000 teknopreneur sampai tahun 2020. Di sinilah Google dapat berperan untuk menciptakan bibit-bibit startup sehingga mereka dapat menjadi teknopreneur. Selain itu, Menkominfo menyampaikan juga tidak hanya sisi aplikasi dan network tetapi juga dari sisi device.

Dalam hal tersebut bagaimana cara menciptakan handset smartphone yang sangat murah untuk region Indonesia, salah satunya dengan memanfaatkan Android One. Kemenkominfo mengharapkan Google dapat membantu bekerja sama dengan ekosistem manufaktur lokal dan pengembang aplikasi di negara Indonesia untuk memberikan solusi perangkat 4G murah seperti yang pernah dilakukan dalam inisiatif Android One beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *