4 Alasan Yang Membuat Wanita Sulit Menjadi Pemimpin

Pemimpin wanita

Pemimpin kok wanita? Sebagian besar orang langsung bergumam demikian ketika melihat kelompok yang dipimpin oleh wanita. Tak jarang, pertanyaan menggelitik ini seakan membuat ciut hati para wanita yang berniat menjadi pemimpin. Mereka takut dikucilkan dan tak dianggap sebagai seorang pemimpin.

Dari berbagai penjuru dunia, kehadiran wanita yang menjadi pemimpin masih sangat jarang terlihat. Mereka hanya terlibat saja tanpa ikut campur dalam organisasinya. Lalu apa alasan yang membuat mereka sulit menjadi pemimpin? Berikut ini ulasannya.

1. Sulit Berbicara di Depan Umum

Seperti yang kita tahu, bahwa wanita memang jago berbicara apalagi menggosip. Tapi coba saja jika mereka dihadapkan dengan orang-orang penting di dalamnya? Mereka bakal diam tanpa suara sampai diberikan kesempatan.

Sulit Berbicara di depan Umum
Sulit Berbicara di depan Umum [Image Source]
Dari segala perdebatan para wanita lebih memilih menghindar sebelum kalah bicara dengan lelaki. Padahal, para wanita ini memiliki kemampuan yang sama dengan para lelaki. Tapi takut berbicara di depan umum menjadikan alasan mereka gagal menjadi pemimpin.

2. Terlalu Sensitif dan Sulit Memaafkan Orang Lain

Wanita memang unik, mereka adalah makluk tuhan yang sangat sensitif terhadap segala hal. Para wanita adalah salah satu orang yang sulit untuk memaafkan orang yang telah menyakit dan mengkhianatinya.

Terlalu Sensitif dan Sulit Memaafkan Orang Lain
Terlalu Sensitif dan Sulit Memaafkan Orang Lain [Image Source]
Tak heran jika mereka mengetahui bawahannya berkhianat tak segan-segan untuk memecatnya. Kadang pemimpin wanita juga lebih mementingkan egonya masing-masing ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya. Sikap tersebut membuatnya tergeser dari jabatan sebagai pemimpin.

3. Terlalu Low Profile

Tak ingin disebut sebagai pemimpin galak, banyak pemimpin wanita yang memilih jalur aman dengan bersikap baik kepada bawahannya. Meski tidak semua, para wanita ini kerap kali merendahkan bahasa mereka ketika berbicara.

Terlalu Low Profile
Terlalu Low Profile [Image Source]
Hal ini membuat bawahan merasa bahwa pemimpin mereka bisa diandalkan dan juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan pribadi. Hal ini pula lama-kelamaan membuat mereka terbebani dan memilih mundur dari kursi kepemimpinan.

4. Tidak Ingin Mendapatkan Konflik dan Tekanan

Menjadi pemimpin tentu jam serta beban kerja terus menumpuk. Bukan hanya para lelaki, tugas tersebut juga berlaku bagi para wanita. Hal ini lah membuat mereka lebih baik menolak menjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *