Pasca Teror Paris, Negara-Negara Di Eropa Bersiaga

Teror Paris via bbc

Pemerintah Prancis mengumumkan keadaan darurat nasional dan menutup perbatasannya pasca terjadi teror di Paris, Prancis pada Jumat 13 November 2015 lalu. Sekitar 129 orang meninggal dan 200 lainnya terluka dalam serangan bersenjata dan bom di gedung konser Bataclan di pusat kota Paris.

Korban lainnya meninggal dalam sebuah ledakan yang terjadi di dekat Stade de France dan serangan bersenjata di restoran pusat kota. Lima penyerang dilaporkan tewas. Warga Paris diminta untuk tetap berada di dalam ruangan dan sekitar 1.500 personil sudah diterjunkan ke seluruh penjuru kota.

Serangan mematikan tampaknya menargetkan gedung konser Bataclan, sejumlah laporan menyebutkan pengunjung ditembak setelah disandera. Setidaknya 100 orang tewas di sana. Presiden Prancis Francois Hollande pun mengatakan para penyerang akan diperangi tanpa ampun. Setidaknya tiga orang bersenjata dilaporkan tewas di lokasi.

Teror Paris via bbc
Teror Paris via bbc

Kelompok radikal ISIS mengaku bertanggung jawab atas aksi teror yang terjadi Paris, Prancis tersebut. Serangan di ibu kota Prancis ini terjadi pada hari yang sama, saat Amerika Serikat mengumumkan serangan mereka yang telah menewaskan dedengkot ISIS, Jihadi John yang dikenal sebagai militan kelahiran Inggris. Jihadi John dikenal sebagai juru jagal ISIS.

Serangan kali ini juga terjadi 11 bulan usai sekelompok pria membunuh 17 orang di Prancis yang diawali dengan serangan di kantor majalah satir Charlie Hebdo. Atas teror tersebut, semua negara pun mengutuk penyerangan serempak di enam lokasi berbeda itu. Kejahatan kemanusiaan apapun tidak dapat dibenarkan.

Tidak hanya mengutuk, masing-masing negara meningkatkan kewaspadaan dan keamanan pasca teror Paris, Prancis. Amerika Serikat, Inggris, Belgia pun meningkatkan pengamanan. Presiden Barack Obama menyebut Prancis sebagai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *