5 Keunikan Nonton Konser yang Hanya Bisa Dirasakan di Jepang

Jepang selalu punya keunikan yang menarik untuk dibahas. Kalau biasanya kita membahas tentang penemuan aneh atau kebiasaan aneh orang Jepang, kali ini kita akan mengulas tentang bagaimana konser musik di sana digelar.

Konser musik, baik itu oleh musisi dalam dan luar negeri di Jepang, dilaksanakan dengan sangat tertib dan teratur. Nggak seperti di negara lain yang konon bisa sampai keinjek-injek, bahkan pingsan karena kehabisan napas. Mungkin terdengar membosankan, tapi jangan khawatir. Yang ada kita malah bisa lebih khidmat dan puas nonton konsernya. Nah, kita bahas saja yuk. apa sih yang unik dari konser yang ada di Jepang.

Disediakan Tempat Duduk

Ini nonton konser apa lagi mantenan ya? Well, salah satu keunikan yang sekaligus jadi kenikmatan nonton konser di Jepang adalah karena kita nggak akan kehabisan tempat atau berjejal-jejalan. Di sana disediakan kursi bagi penonton, tertata rapi dan tertib. Selama kita sudah punya tiket, di sana kita akan dibantu officer yang mencarikan kursi sesuai nomor. Seperti lagi di bioskop itu loh.

kursi penonton
Salah satu konser band papan atas Jepang sampai menyediakan kursi seperti mau mantenan [Image Source]
Kalaupun kita harus berdiri, nggak jarang kita pun akan berdiri dengan tertib. Dengan kata lain, kebanyakan penonton di Jepang itu ‘anteng-anteng’ orangnya. Jarang ada penggemar atau penonton konser pingsan di Jepang. Lain deh dengan di Indonesia yang udah sibuk histeris, kegencet-gencet, keinjek-injek, ujung-ujungnya kehabisan napas dan pingsan. Yaah, nggak jadi nonton konser deh…

No Foto-foto, No Rekam-rekam

Saat kita lagi nonton konser di Jepang, nggak boleh melakukan yang namanya foto-foto. Meski ada beberapa musisi yang memperbolehkan fansnya bebas foto dan merekam saat konser. Tapi karena negeri sakura ini sangat taat kultur, jadi masih banyak aturan dilarang bawa kamera saat nonton konser. Kalau melanggar, kita bisa kena tegur, atau bahkan dikeluarkan dari gedung konser. Tidaaaaaakkk…

Dilarang bawa kamera [Image Source]
Dilarang bawa kamera [Image Source]
Alasannya sih demi masalah hak cipta dan orisinalitas. Semua dokumentasi sebaiknya diabadikan oleh pihak yang jelas dan mendapatkan izin. Namun kelebihannya adalah, kita jadi lebih bisa menikmati konser sepenuhnya. Nggak sibuk sendiri dengan hape dan kamera. Para pemain yang ada di panggung juga nggak sakit mata karena kedipan blitz yang muncul dari mana-mana. Fair enough~

Konsernya ON TIME Alias Tepat Waktu

Nonton konser di Jepang jarang kena delay bagai pesawat, alias selalu on time. Oleh karena itu sejak dari masuknya penonton dan duduknya di mana, itu semua sudah dimanage sedemikian rupa supaya nggak banyak trouble. Nggak hanya penontonnya.

Konsernya mulai tepat waktu [Image Source]
Konsernya mulai tepat waktu [Image Source]
Artisnya pun akan tepat waktu untuk mulai konser. Ya, Jepang memang terkenal dengan budaya disiplin, tertib dan tepat waktu. Yang begini ini yang bikin nonton konser jadi terasa nikmat dan puas banget. Tapi buat yang datangnya ngaret, bisa cukup rugi karena nggak menikmati dari awal. Oiya, semakin cepat kita beli tiket, semakin strategis posisi yang bisa kita dapatkan. Jadi tidak hanya dibatasi posisi tribun, VVIP atau reguler saja.

Gerakan Penontonnya Kompak

Di Jepang, gerakan penontonnya saat konser bisa kompak banget. Sambil bawa lighstick di tangan, mereka mengacung-acungkan tangan. Yang unik, gerakannya itu lho bisa sama semua.

Semua penonton Jepang di konser Girls Generation. Kompak bawaannya, kompak geraknya [Image Source]
Semua penonton Jepang di konser Girls Generation. Kompak bawaannya, kompak geraknya [Image Source]
Kalau di konser-konser negara lain, gerakan yang umum adalah jingkrak-jingkrak, moshing atau mengayun-ayunkan tangan di atas dengan random. Kalau di Jepang, gerakannya sungguh senada seirama. Jadi hampir tidak ada kerusuhan atau adu jotos saat konser akibat kaki keinjek dan tersinggung, seperti beberapa kasus konser yang kadang kita temui di Indonesia.

Datang Tertib, Pulang Tertib

Kalau nonton konser di Jepang, bawa barang seperlunya saja. Kebanyakan barang tidak penting akan diminta untuk dititipkan di loker yang sudah tersedia. Jangan khawatir, lokernya banyak kok. Mungkin dari sini jadi terkesan kalau konser di sana itu nggak asik.

Datang tertib, pulang tertib [Image Source]
Datang tertib, pulang tertib [Image Source]
Eh ternyata, ini bisa menghindarkan kita dari penonton konser ugal-ugalan. Ada kan yang suka mabuk-mabukan sambil nonton konser band metal atau rock. Nah, menurut pengakuan salah satu orang Amerika, Grace Buchele Mineta (orang Texas yang tinggal di Tokyo) yang pernah nonton konser di Jepang, sekali ia menemukan penonton ugal-ugalan macam itu, umumnya adalah orang dari luar Jepang. Boleh dibilang, penonton konser di Jepang memang tergolong yang paling tertib dan sopan santun. Konon penonton dari Amerika ini menyebut mereka sebagai the friendliest concert goers atau penonton konser paling bersahabat.

Oiya, kalau nonton konser di Jepang, paling malam cuma sampai jam 8.30. Jadwal ini disesuaikan dengan jadwal kereta dan sarana transportasi umum yang tersedia. Jadi nggak ada penonton konser yang akan kemalaman pulang atau bahkan tidak bisa pulang karena nggak ada kendaraan. Yah, di Jepang memang tidak semua orang bawa kendaraan sendiri. Jadi kebanyakan masih pakai transportasi umum kalau mau ke mana-mana.

Itulah kebiasaan unik nonton konser di Jepang. Untuk tertibnya, sepertinya sih Indonesia belum siap. Mengingat penonton kita sangat ‘ekspresif’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *