Nasib Arkeolog 82 Tahun Yang Berakhir Tragis di Tangan ISIS

Lagi-lagi ISIS menunjukkan kekejamannya. Sejak menguasai kota bersejerah Palmyra 3 bulan yang lalu, ISIS tak hanya menimbulkan ancaman bagi situs-situs kuno warisan dunia di Palmyra, tapi juga mengeksekusi Khaled Al Asaad. Dia adalah seorang arkeolog terkemuka sekaligus direktur cagar budaya Palmyra.

Khaled sendiri sudah bekerja di sana selama 50 tahun, sampai akhirnya kelompok ekstremis tersebut menduduki Palmyra. Khaled berusaha melindungi reruntuhan Palmyra yang sudah berumur 2000 tahun tersebut. Akhirnya ia ditangkap dan dipenggal di hadapan publik.

Khaled Al Asaad
Khaled Al Asaad [image source]
Tak cukup dengan memenggal kepalanya, bagian tubuh Khaled kemudian digantung di sudut kota. Padahal Khaled tidak pernah terlibat dalam kegiatan politik. Ia hanya peduli pada nasib benda-benda purbakala bahkan keluarganya adalah orang asli Palmyra.

Seorang teman dekat Khaled, Rim Turkmani menuturkan bahwa eksekusi mati tersebut sudah sangat kejam apalagi dengan cara dipenggal di depan puluhan orang. “Bukan saja karena mereka membunuhnya. Cara mereka membunuhnya yang seakan menjadi pesan bagi banyak orang,” katanya.

Dunia Internasional tentu mengecam tindakan ISIS yang berbuat kejam sekaligus menimbulkan kerusakan situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO tersebut. Memang ISIS sendiri sempat membuat video yang memperlihatkan kerusakan pada situs bersejarah Palmyra. Padahal Khaled sudah mati-matian berupaya menyelamatkan benda-benda purbakala milik kota Palmyra.

 

Ada dugaan bahwa Alasan ISIS mengincar Khaled adalah karena pengetahuan Khaled tentang Kota Palmyra. Tapi karena Khaled enggan mengungkapkan lokasi barang-barang antik yang tersembunyi di Palmyra, akhirnya ia dieksekusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *