Sebelum Jakarta, Ibukota Indonesia Terkenal Dengan 4 Nama Ini

Hore! Ibukota kita tercinta hari ini berulang tahun ke-489. Perayaan ulang tahun Jakarta kali ini akan jauh sekali dari kesan hura-hura. Menurut Ahok, peringatan HUT Jakarta kali ini minus berbagai macam festival dan perayaan yang digelar Pemprov DKI. Peringatan tahun ini harus substantif dan tak menghambur-hamburkan uang.

Wah! Ada benarnya juga ya. Nah, sambil memperingati ulang tahun Jakarta, kilas balik yuk tentang nama Kota Jakarta ini. Anda sekalian sudah tahu belum, nama-nama yang pernah digunakan ibukota kita sebelum ‘Jakarta’?

1. Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa [image source]
Pelabuhan Sunda Kelapa [image source]
Sebenarnya Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan yang sudah ada sejak abad ke-5 di bawah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Kemudian pada abad ke-12, pelabuhan Sunda Kelapa jatuh ke tangan Kerajaan Sunda. Di bawah penguasaan Kerajaan Sunda, pelabuhan ini berkembang menjadi pelabuhan penting di Pulau Jawa. Sunda Kelapa banyak didatangi oleh pedagang asing dari Inggris, Arab, India, Tiongkok, dan Portugis.

2. Jayakarta

Jakarta tempo dulu [image source]
Jakarta tempo dulu [image source]
Kerajaan Sunda kemudian bekerja sama dengan Portugis melalui Perjanjian Sunda-Portugis di tahun 1522. Salah satu isi perjanjian tersebut adalah memperbolehkan Portugis membangun benteng di Sunda Kelapa. Hal tersebut dipandang sebagai ancaman oleh Kesultanan Demak. Kemudian pada 22 Juni 1527, dibawah pimpinan Fatahillah pasukan gabungan Demak Cirebon berhasil menguasai Sunda Kelapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta yang berarti kota kemenangan. Tanggal 22 Juni dijadikan hari ulang tahun Kota Jakarta hingga sekarang.

3. Batavia

Salah satu pemberhentian trem uap di Batavia [image source]
Salah satu pemberhentian trem uap di Batavia [image source]
Nama Batavia digunakan saat Belanda berhasil menduduki Kota Jayakarta. Saat itu Jayakarta berada dibawah pimpinan Pangeran Jayakarta. Belanda menduduki Jayakarta pada tahun 1619 dibawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen dan kemudian merubah namanya menjadi Batavia. Untuk mengembangkan Kota Batavia, Belanda banyak mengimpor budak yang berasal dari Sulawesi, Bali, Maluku, Tiongkok, dan pesisir Malabar, India. Menurut beberapa pendapat, kelompok inilah yang kemudian menghimpun komunitas suku Betawi.

4. Jakarta Tokubetsu Shi

Pasukan Jepang masuk Indonesia [image source]
Pasukan Jepang masuk Indonesia [image source]
Pada tahun 1942, Jepang mengganti nama Batavia menjadi Jakarta Tokubetsu Shi. Nama ini memiliki arti Jakarta merupakan pemerintahan kota khusus. Nama ini berlangsung sampai tahun 1945. Saat itu status Jakarta meningkat. Awalnya berstatus Shi (kota) menjadi Tokubetsu Shi (kota khusus) dan dibagi menjadi 3 bagian. Pada tahun 1945 barulah Jakarta Tokubetsu Shi berubah menjadi Jakarta.

Nah, apakah Anda sudah mengetahui sebelumnya nama-nama lawas Kota Jakarta? Atau masih ada nama yang asing? Selamat ulang tahun ke-489 Kota Jakarta. Semoga menjadi ibukota yang semakin baik dari hari ke hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *