Mendikbud Muhadjir Effendy Tak Punya Visi di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Reshuffle kabinet telah selesai dilaksanakan. Beberapa nama yang digantikan sempat membuat heboh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan yang digantikan oleh Muhadjir Effendy.

Dilansir dari Metro TV News, sebagai pengganti Anies Baswedan, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut mengakui untuk sementara belum ada hal baru yang akan ia lakukan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Dia yakin bahwasanya menteri pendidikan dan kebudayaan sebelumnya, termasuk Anies sudah melakukan sesuatu yang sangat baik. Ia akan melanjutkan program-program tersebut.

“Kan sudah ada, justru saya malah akan buka semua dokumen- dokumen, surat-surat keputusan, karena saya enggak mau yang saya lakukan justru sudah ada. Jadi saya akan mencoba untul tidak menjadi orang yang membikin baru sama sekali,” terang Muhadjir.

Sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan yang baru, Muhadjir tak akan membuat program anyar. Ia akan meneruskan program sebelumnya disertai dengan kapasitas dan profesionalitas dirinya.

“Saya bukan mewakili partai tapi saya mewakili profesi sesuai perjalanan karir saya, saya memang punya background bidang pendidikan dan keguruan, kerja saya dosen juga dibidang pendidikan kemudian saya juga pernah menjadi rektor 3 selama 12 tahun , jadi rektor 16 tahun. Saya kira itu yang dinilai Pak Jokowi menginstal saya di sini. Jadi saya fikir harus memggunakan profesionalitas saya untuk membantu pak presiden. Dan saya tidak punya visi, yang punya visi Presiden. Jadi saya akan menterjemahkan apa yang ada dibenak Presiden,” ucapnya.

Intelektualitas Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy [image source]
Muhadjir Effendy [image source]
Kiprah Muhadjir Effendy di dunia pendidikan tek perlu diragukan lagi. Pria kelahiran Madiun 29 Juli 60 tahun silam ini adalah seorang aktivis yang aktif menyoroti masalah agama, pendidikan, politik hingga kemiliteran. Sudah banyak tulisannya yang dimuat pada kolom-kolom media massa, jurnal ilmiah, hingga buku. Dikutip dari CNN Indonesia, beberapa publikasi yang pernah ditulisnya antara lain Dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan tahun 1989, Bunga Rampai Pendidikan tahun 1992, Masyarakat Equilibrium: Meniti Perubahan dalam Bingkai Keseimbangan tahun 2002, Pedagogi Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Multidimensional tahun 2004, Profesionalisme Militer: Profesionalisme TNI tahun 2008, dan Jati Diri dan Profesi TNI: Studi Fenomenologi tahun 2009.

Muhadjir yang meraih gelar magisternya dalam bidang Administrasi Publik di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada tahun 1996 dan gelar Doktor dalam bidang Ilmu Sosial di Universitas Airlangga, Surabaya pada tahun 2008 ini juga aktif dalam kepengurusan beberapa lembaga seperti Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS), Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jawa Timur, dan Wakil Ketua Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *