Peredaran Narkoba di Indonesia Mengkhawatirkan, Menkopolhukam Ajak Kerjasama Dengan ASEAN

Peredaran narkoba di Indonesia saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hal tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Wiranto. Karena hal tersebut, ia menyeru negara-negara ASEAN untuk bersatu mengatasi peredaran narkoba.

Seruan tersebut disampaikannya pada pertemuan Politik dan Dewan Keamanan ke-14 di Vientiane, Laos. Pada acara itu, ia juga menyampaikan keberhasilan peluncuran Gugus Tugas Interdiksi Pelabuhan Laut ASEAN (ASITF).

“Tingkat perdagangan narkoba di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan, karena itu meski tidak mudah, badan baru ini harus mampu membebaskan negara-negara ASEAN dari peredaran narkoba,” kata Wiranto.

ASITF sendiri dibentuk dengan tujuan agar negara anggota ASEAN dapat berkolaborasi, berkoordinasi, dan mengambil inisiatif melakukan pelarangan peredaran narkoba melalui pelabuhan-pelabuhan internasional kawasan ASEAN. Tak hanya mengenai kerjasama pencegahan peredaran narkoba, ASIFT juga dibentuk agar kerja sama antar penegak hukum ASEAN semakin meningkat.

“Saya senang, dalam hal ini, untuk melaporkan bahwa ASEAN Seaport Interdiction Task Force (ASITF) sukses diluncurkan pada bulan Juli. Ini kemudian mengarah pada pembentukan ASITF Focal Points yang dapat memperkuat kerjasama kita untuk memerangi kejahatan narkoba,” ungkap Wiranto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *