Mengenal Juan Manuel Fangio, Muhammad Ali-nya Dunia Formula Satu

Dunia olahraga selalu dipenuhi orang-orang yang menginspirasi. Kegigihan mereka memperjuangkan sebuah penghargaan patut diacungi jempol. Perjuangan mereka sebelum berlaga di arena juga layak dijadikan teladan agar kita tak mudah menyerah menghadapi kerasnya hidup.

Hari ini salah satu atlet olahraga dunia menjadi Google Doodle. Dia adalah Juan Manuel Fangio, pebalap F1 legendaris dunia. Bagi Anda yang belum mengenal Juan Manuel Fangio, simak ulasan kami tentang sang legenda berikut.

1. Berbakat Menyetir Sejak Muda

Juan Manuel Fangio [image source]
Juan Manuel Fangio [image source]
Juan Manuel Fangio lahir hari ini, 24 Juni 1911 di Argentina. Ia adalah anak keempat dari enam bersaudara. Pada usia 13 tahun, ia drop out dari sekolah dan bekerja sebagai asisten mekanik. Juan Manuel Fangio memiliki hobi lain, yaitu sepak bola. Saat berlaga di lapangan, ia dikenal dengan julukan El Chueco. Julukan tersebut diberikan padanya karena ia gemar menekuk kaki kirinya di sekitar bola sebelum menembaknya ke gawang lawan. Sedangkan kemampuan menyetirnya menarik perhatian saat ia sedang melaksanakan wajib militer. Sayangnya ia dikeluarkan dari militer setelah tes kesehatan, karena pneumonia yang dideritanya. Setelah itu ia berencana untuk melanjutkan hobi bermain bolanya.

2. Gemilang di Arena Formula Satu

Juan Manuel Fangio dan mobilnya [image source]
Juan Manuel Fangio dan mobilnya [image source]
Awal kariernya di dunia balapan dimulai dengan mengikuti ajang kompetisi lokal di Argentina. Saat itu ia berlaga dengan mobil rakitannya sendiri pada tahun 1934. Setelah mengikuti berbagai macam kejuaraan lokal dan sering keluar sebagi juara, ia mendapat dukungan dari pemerintah untuk mengikuti ajang Grand Prix. Kariernya di dunia F1 dimulai saat usianya sangat matang. Ia menjuarai Grand Prix sebanyak 5 kali di tahun 1951, 1954, 1955, 1956, dan 1957. Karena kehebatannya tersebut ia mendapat julukan Sang Master. Selama aktif dalam dunia Formula Satu, ia tergabung dalam tim-tim terkenal seperti Maserati, Alfa Romeo, Ferrari, dan Mercedes.

3. Pernah Menjadi Korban Penculikan

Juan Manuel Fangio bersama seorang tokoh [image source]
Juan Manuel Fangio bersama seorang tokoh [image source]
Pada tahun 1958 Juan Manuel Fangio menjadi korban penculikan. Dua orang bertopeng dan bersenjata menyekapnya selama 29 jam. Motif dari penculikan tersebut adalah mendesak Batista untuk menggagalkan Grand Prix Cuba di tahun 1957 dan untuk mempermalukan rezimnya. Saat itu Presiden Batista tak menghiraukan ancaman tersebut dan tetap melanjutkan balapan. Motif penculikan tersebut berhasil, karena Batista tak sanggup melacak keberadaan penculik Juan Manuel Fangio dan akhirnya ia kehilangan kekuatan. Kejadian ini sempat difilmkan oleh sineas Argentina, Alberto Lecchi dengan judul Operación Fangio.

4. Tetap Berkomitmen di Dunia Otomotif Setelah Pensiun

Museum Juan Manuel Fangio [image source]
Museum Juan Manuel Fangio [image source]
Setelah pensiun dari dunia F1, ia ditunjuk sebagai Presiden Mercedes-Benz Argentina pada tahun 1974. Di tahun 1980 ia melakukan operasi bypass untuk memperbaiki kondisi jantungnya. Ia juga mengalami gagal ginjal sebelum meninggal. Selama masa pensiun, ia sangat aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan dunia otomotif. Karena dianggap berdedikasi di bidangnya, pada tahun 1986 dibangunlah Museum Juan Manuel Fangio di kampung halamannya, Balcarce. Juan Manuel Fangio meninggal pada tahun 1995 pada usia 84 tahun karena gagal ginjal dan pneumonia. Ia dimakamkan di Balcarce.

5. Juan Manuel Fangio Adalah Pembalap Terbaik Sepanjang Masa

Juan Manuel Fangio di masa tua [image source]
Juan Manuel Fangio di masa tua [image source]
Sebuah studi terbaru mengenai pembalap terbaik F1 mengungkapkan, bahwa pembalap terbaik sepanjang masa adalah Juan Manuel Fangio. Menurut Dr. Andrew Bell dari Universitas Sheffield, Inggris, Juan manual Fangio merupakan pembalap paling berhasil dilihat dari bakat murni daripada teknologi mobil. Menurut penelitian, tim pendukung pembalap memiliki persentase lebih tinggi ketimbang bakat seorang pembalap untuk mencapai sebuah kemenangan. Karena itu Juan Manuel Fangio berada di posisi puncak, sedangkan Schumacher menempati urutan ke-9.

Karena prestasinya itulah, tak berlebihan jika kita menyebut Juan Manuel Fangio sebagai Muhammad Ali-nya dunia balap Formula 1. Saat ini mendiang pembalap terbaik sepanjang masa tersebut merayakan ulang tahun ke-105. Untuk menghormatinya, google memajang sebuah doodle pada halaman pertamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *