Wanita di Prancis Terkena Denda Karena Mengenakan Bikini Untuk Muslimah

Sejak dilanda horor terorisme beberapa bulan yang lalu, Prancis semakin memperketat penjagaan. Tak hanya dari segi militer, tapi juga merambah ke peraturan pakaian. Dilansir dari The Guardian, Selasa (23/8) lalu sebuah foto yang menunjukkan empat orang polisi Prancis meminta seorang wanita melepas beberapa helai baju yang disebut burkini beredar di dunia maya.

Burkini adalah semacam bikini, tapi menutupi seluruh bagian tubuh wanita seperti baju renang muslimah. Beberapa kota di Prancis melarang pemakaian burkini di pantai atau tempat umum lainnya. Menurut mereka pakaian tersebut merepresentasikan agama tertentu.

Kejadian tersebut terjadi di pantai Kota Nice. Pada foto tersebut terlihat seorang wanita sedang berjemur dengan mengenakan legging hitam, tunik, dan penutup kepala berwarna biru muda. Lalu keempat polisi datang dan meminta wanita tersebut melepas tunik berlengan panjang miliknya. Selain itu wanita ini juga dikenai denda karena dianggap tidak mengenakan pakaian yang mencerminkan moral terpuji dan sekularisme.

Wanita bernama Siam (34 tahun) tersebut tak mempunyai niat untuk berenang, karena itu ia mengenakan penutup kepala biasa. Ia hanya duduk-duduk di pantai bersama keluarganya.

Seorang saksi mata, Mathilda Cousin menyebutkan, “Yang membuat sedih adalah orang-orang berteriak ‘pulanglah!’, beberapa memberi tepuk tangan polisi. Anak perempuanya [Siam] menangis.”

Pengamat HAM Menganggap Pelarangan Burkini Tak Masuk Akal

Siam melepas burkini [image source]
Siam melepas burkini [image source]
Nice adalah kota terakhir yang melarang warganya memakai burkini. Baru akhir pekan lalu kota ini melarang warganya memakai pakaian yang menunjukkan ketaatan pada suatu agama tertentu karena Prancis dan tempat ibadah di sana sedang menjadi target teroris.

Siapa saja yang melanggar peraturan tersebut akan dikenakan denda sebesar 38 Euro atau setara dengan sekitar 565 ribu rupiah. Pihak pengamat HAM, para pengacara, dan organisasi muslim menganggap hal tersebut tak masuk akal.

“Ini adalah pelecehan terhadap hukum dan kami akan membawa ini ke sidang.” ungkap Hervé Lavisse dari Persatuan HAM Cannes-Grasse Prancis.

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *