Mendikbud : Pemda Jangan Paksakan UNBK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan via okezone

Pada tahun ini, sekolah penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bertambah signifikan dari tahun lalu. Meski begitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan pemerintah daerah jangan memaksakan semua sekolah harus melaksanakan UNBK karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas komputer.

“Tujuannya bukanlah UNBK. Tujuannya adalah belajar memanfaatkan komputer. Jadi jangan yang dituju seratus persen UNBK, tapi seratus persen komputer bisa dipakai untuk belajar,” kata Mendikbud Anies Baswedan pada saat mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Dunia di Kota Serang, Kamis (31/3).

Dia mengatakan pemerintah tidak menargetkan semua sekolah harus melaksanakan UNBK, karena ujian bisa saja dilaksanakan dengan cara berbasis kertas atau paper based test (PBT). Sehingga dengan begitu pemerintah daerah tak perlu membeli komputer untuk pelaksanaan ujian nasional (UN). “Jadi saya selalu bilang, pemda-pemda jangan belanja komputer untuk UN, kemahalan. UN bisa pakai kertas. Tapi bila beli komputer dipakai untuk belajar, dipakai untuk mengakses informasi, yang diakhir tahun bisa dipakai buat UN,” sambungnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan via okezone
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan via okezone

Anies juga menambahkan sekolah yang belum memiliki komputer tidak perlu memaksakan diri mengikuti UN dengan menggunakan sistem UNBK. Apalagi sampai membebani orangtua murid mengadakan iuran untuk membeli komputer di sekolah anak-anaknya. “Kita tak ingin ada orang tua harus iuran, kita tidak ingin masyarakat dibebani hanya karena ingin ujiannya pakai komputer. Karena yang butuh pakai komputer itu belajarnya, bukan ujiannya. Jadi tak ada target harus dan kapan seratus persen UNBK,” ungkapnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga meminta para siswa belajar dan menjaga kesehatan untuk menghadapi UN yang akan dimulai pada 4 April mendatang. “Belajar yang serius dari pagi, siang, dan sore. Malam tidur yang cukup, jadi supaya badannya selalu sehat. Nanti jelang UN, malam tidak usah belajar lagi karena belajarnya cukup sekarang,” ucapnya.

Selain itu, Mendikbud juga meminta media bisa ikut membantu menyadarkan masyarakat terkait pendidikan. “Kita kalau mau ujian baru membicarakan pendidikan. Proses pendidikan itu jauh lebih penting, yang 11 bulan itu. Pendidikan adalah proses penumbuhan kreativitas, karakter, komunikasi dan lain-lain. Itu yang harus jadi konsentrasi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *