Kudeta Turki Dinyatakan Gagal, Namun Pesawat Tempur Masih Melintas di Ankara

Setelah mengalami peristiwa bom bunuh diri di Bandara Ataturk, kali ini Turki harus berhadapan dengan masalah dalam negeri. Jumat malam kemarin, sebuah upaya kudeta dimulai. Kudeta yang dilancarkan oleh militer Turki ini menuntut diberlakukannya kembali tata konstitusional, demokrasi, hak asasi manusia dan kemerdekaan. Selain itu juga untuk memastikan aturan hukum dan ketertiban ditegakkan kembali di Turki.

Dikutip dari VOA Indonesia, sejak kudeta berlangsung jet-jet tempur berseliweran di angkasa, tembakan-tembakan senjata terdengar di luar markas besar militer dan kendaraan militer memblokir dua jembatan besar di Istanbul. Bandara Ataturk tak luput dari aksi kudeta ini. Tentara-tentara memasuki menara bandara dan menghentikan semua penerbangan.

Dalam pertempuran tersebut tercatat 17 polisi tewas, sedangkan total kesuluruhan korban tewas mencapai sekitar 42 jiwa. Menanggapi kabar kudeta militer yang terjadi di Turki tersebut, Menlu AS John Kerry memberi dukungan penuh terhadap pemerintah AS yang dipilih secara demokratis, pemerintahan sipil dan lembaga-lembaga demokratis. Intelijen Turki menyatakan bahwa kudeta telah berhasil digagalkan. Jenderal Hulusi Akar, kepala staf militer telah berhasil memegang kendali.

Pesawat Tempur Masih Melintas di Istanbul

Pesawat tempur F-16 [image source]
Meskipun kudeta telah dinyatakan gagal,  pesawat tempur terlihat melintas si wilayah udara Ankara dan Istanbul. Pesawat tempur tersebut terlihat melintas pada Sabtu pagi. Beberapa pesawat tempur seperti F-16 dan helikopter militer terbang di angkasa dan kemudian disusul oleh suara tembakan dan pengeboman.

‘Pihak Dalam’ Sebagai Dalang Kudeta

Presiden Erogan [imae source]
Menanggapi kudeta ini, Erdogan meminta masyarakat agar turun ke jalan untuk melindungi demokrasi. Warga kemudian turun ke jalan di kota-kota seluruh negeri, melambaikan bendera nasional selama kudeta berlangsung untuk menunjukkan dukungan mereka pada pemerintah.

“Ini adalah tindakan yang didorong oleh struktur paralel,” kata Erdogan. “Saya percaya (pelaku) perbuatan ini akan mendapatkan hukuman yang setimpal yang akan diberikan oleh rakyat kami.”

Ucapan Erdogan tersebut merujuk pada sebuah gerakan yang dipimpin oleh Fethullah Gulen, salah satu toko Turki yeng dituduh mengoperasikan negara paralel dan berusaha menggulingkan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *