Sekitar 15 Korban Jiwa Dalam Tragedi Penembakan Massal di Munich

Diperkirakan sekitar 15 orang tewas dalam aksi penembakan yang terjadi di Kota Munich. Korban tersebut meningkat, setelah sebelumnya diberitakan 8 orang meninggal dalam tragedi pengeboman di Olympia Einkaufszentrum. Penembakan ini terjadi pada Jumat (22/7).

Presiden Jerman Joachim Gauck dan Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier khawatir atas kejadian ini.

“Serangan di Munich tersebut sangat mengejutkan saya. Dan saya merasa memiliki hubungan dengan semua yang melakukan operasi guna melindungi dan menyelamatkan nyawa,” ungkapnya dalam siaran pers kantor presiden.

Sementara itu Steinmeier dalam akun twitternya mengungkapkan, “Saya memikirkan orang-orang di Munchen. Senang mengetahui bahwa teman kami di Eropa dan dunia mendukung kita.”

Para menteri terkait sedang dalam perjalanan menuju Berlin untuk membahas masalah ini, termasuk Kanselir Angela Merkel yang tengah berlibur.

Ada Kaitan Dengan Kejadian Penusukan Sebelumnya

Polisi berjaga [image source]
Insiden penembakan massal ini merupakan serangan maut terbesar di Jerman dan serangan ketiga di Eropa. Sebelumnya, seperti kita ketahui adalah tragedi di Nice, Prancis. Kemudian pada Senin (18/7) serangan penusukan pisau dan kapak dalam sebuah kereta api di Bavaria Jerman terjadi.

Penyerangan tersebut dilakukan oleh seorang remaja pencari suaka berusia 17 tahun. Dalam insiden tersebut 4 warga negara Hongkong dan seorang warga setempat terluka. Polisi menembak mati pelaku penusukan tersebut.

Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas meminta warga untuk tidak panik. “api jelas bahwa Jerman tetap mungkin menjadi target,” tambahnya.

Diduga Pelaku Penembakan Adalah Seorang Remaja Keturunan Iran

Pihak keamanan siap siaga [image source]
Kepolisian Munich menginformasikan, terduga penembakan massal tersebut adalah seorang remaja berusia 18 tahun keturunan Iran.

“Terduga pelaku adalah seorang remaja warga Jerman asal kota Munich yang berdarah Iran. Dia berusia 18 tahun,” ungkap kepala Kepolisian Munich Hubertur Andrae.

Namun, hingga saat kepolisian belum mengetahui persis motif penembakan ini. Mayat yang diduga sebagai pelaku penembakan di pusat perbelanjaan Olympia tersebut ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi. Dugaan sementara remaja tersebut bunuh diri setelah melancarkan aksi penembakan massal. Aksi ini disebut-sebut sebuah aksi teror untuk menebar kepanikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *