Jadi Fenomena, Komisi I dan Menkominfo Akan Bahas Pokemon Go

Pokemon Go semakin menjadi fenomena di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Pokemon Go telah dimainkan oleh masyarakat dari beragam kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Melihat fenomena Pokemon Go, Komisi I DPR RI akan segera mengundang Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk rapat kerja. Selain membahas Pokemon Go, mereka juga akan membahas hal-hal lainnya.

“Kita ada rencana undang Menkominfo sebelum reses. Agendanya bukan omongin Pokemon saja, banyak seperti UU ITE, penyiaran, UU telekomunikasi. Salah satu isu terkini dibahas itu Pokemon,” ucap anggota DPR RI Komisi I, Tantowi Yahya.

Meskipun sedang menjadi fenomena, menurutnya pemerintah tak boleh lengah. Ia meminta pemerintah tetap mengawasi permainan Pokemon Go. Terutama dari sisi keamanan.

Seperti dikutip dari Metro TV News, politikus dan juga MC kondang ini menerangkan, Pokemon Go bisa saja berbahaya lantaran memerlukan GPS untuk menangkap monster. Bisa jadi membahayakan keamanan informasi.

“GPS kan buat dia masuk kemana-mana. Kita harus buat tegas dan kritis, apakah peralatan ini dibuat penciptanya untuk maksud tertentu. Dia kan dibebaskan. Apa iya begitu saja maksudnya. Apa ada kekuatan yang menungganginya dalam rangka tertentu,” jelasnya.

Dunia Heran Kenapa Pokemon Go Bisa Dimainkan di Indonesia

Dilansir dari CNet, saat ini seluruh penduduk dunia sedang menunggu Pokemon Go bisa di download di negara mereka. Namun, di Indonesia masyarakat tak perlu deg-degan menanti. Pokemon Go versi tidak resminya sudah bisa dimainkan dengan lancar di sini.

Padahal beberapa negara seperti Singapura dan Taipei yang server Pokemon Go-nya sempat aktif, pada akhirnya diblokir oleh Niantic. Inilah yang menjadi pertanyaan seluruh dunia. Apakah memang di Indonesia server Pokemon Go akan tetap aktif atau belum diblokir oleh Niantic?

Promo Grab [image source]
Tak mau menyianyiakan kesempatan, beberapa pihak memanfaatkan fenomena ini. Salah satunya dilakukan oleh Gubernur Jakarta, Ahok yang menggunakan Pokemon Go untuk menarik wisatawan berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta dan Monas.

Selain Ahok, penyedia transportasi Grab juga menawarkan diskon bagi masyarakat atau trainer pokemon yang mau mengunjungi Monas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *