Kematian Santoso Torehkan Prestasi di Awal Karier Kapolri Tito Karnavian

Kabar kematian pemimpin gembong teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT), Santoso menorehkan prestasi tersendiri bagi awal karir Tito Karnavian sebagai Kapolri. Secepat kilat, kabar tersebut dibahas oleh beberapa media asing.

Daily Mail menulis, Santoso dan pengikutnya telah bersumpah setia kepada ISIS. Tentu saja hal itu menjadikannya masuk dalam daftar teroris paling berbahaya yang dibuat Amerika Serikat. Gaung sumpah setia Santoso dan pengikutnya ini bahkan sanggup menjadi daya tarik bagi sejumlah muslim etnis Uighur di Tiongkok bergabung dengan MIT.

Santoso Bersumpah Setia Pada ISIS

Santoso [image source]
Santoso disebut-sebut adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas kerusuhan di Poso. Adanya Santoso membuat kerusuhan antar etnis agama di Poso tak kunjung selesai. Sampai saat ini masih terdapat beberapa pelaku terror yang bersembunyi di pegunungan. Tak hanya untuk bersembunyi, tempat tersebut juga digunakan untuk latihan oleh berbagai kelompok teror.

Berkumpulnya berbagai kelompok teror ini tak lepas dari sumpah setia yang pernah diucapkan Santoso alias Abu Wardah pada ISIS. Santoso mengucap sumpah setia pada pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi pada Juli 2014. Ia juga menyebut dirinya sebagai komandan ISIS di Indonesia.

Diduga semua kegiatan MIT mendapat sokongan dana dari MIT. Janji setia pada ISIS tersebut membuat Santoso masuk dalam jajaran daftar teroris global yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Prestasi Tito Karnavian di Awal Kariernya Sebagai Kapolri

Tito Karnavian [image source]
Kematian Santoso yang sudah diburu sejak 2007 tersebut merupakan suatu keberhasilan besar bagi otoritas Indonesia dalam upaya memberangus aksi terorisme. Keberhasilan ini merupakan prestasi membanggakan Tito Karnavian di awal jabatannya sebagai Kapolri. Sejak menjabat sebagai Kepala BNPT, Tito sudah berjanji akan meringkus gembong teroris Santoso.

“Janjinya sewaktu menjadi Kepala BNPT, menangkap dan meringkus Santoso hanya menunggu waktu saja. Hari ini, janji itu sudah terealisasi,” kata Charles Honoris, anggota Komisi I.

Berhasil dilumpuhkannya kelompok Santoso merupakan kerjasama yang apik antara TNI, Kepolisian, dan BNPT. Operasi Tinombala yang digelar sejak Januari 2016 membuat kelompok Santoso kian melemah dan terdesak.

Prestasi membanggakan yang berhasil ditorehkan TIto Karnavian di awal jabatannya sebagai Kapolri ini juga menuai pujian dari Komisi I DPR. Syarif Hasan menyebutkan, bila Santoso sudah ditangkap hidup atau mati, permasalahan terorisme di Sulawesi Tengah berakhir. Anggota Komisi I DPR lainnya, Tantowi Yahya berharap selanjutnya Tito sanggup menjaga keamanan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *