Demokrat Tak Ikut Campur Kasus Penipuan Ramadhan Pohan

Ramadhan Pohan, Wakil Sekjen DPP PArtai Demokrat ditangkap secara paksa oleh petugas Ditreskrimum Polda Sumut dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7). Penangkapan ini terkait dugaan kasus penipuan uang sebesar 24 miliar yang digunakannya untuk pencalonan Wali Kota Medan tahun lalu. Namun, melalui akun twitternya @ramadhanpohan1 ia membantah kabar ini.

“..Ngga ada Penangkapan. Ngga ada penahanan. Ada yg modus ini,” cuitnya.

Namun, kabar penangkapan Ramadhan Pohan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, “Ya, benar, Ramadhan Pohan dijemput paksa dari Jakarta karena tidak memenuhi panggilan Polda Sumut.”

Sebelumnya Ramadhan Pohan pernah diperiksa sebagai saksi. Setelah itu statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Sejak menjadi tersangka inilah Ramadhan Pohan tidak memenuhi panggilan dengan alasan gula darahnya sedang naik. Berdasarkan undang-undang, bila pada panggilan kedua tersangka tidak hadir, maka wajib dilakukan jemput paksa.

Demokrat Tak Ikut Bertanggung Jawab

Ruhut Sitompul [image source]
Ruhut Sitompul [image source]
Kasus yang menimpa Ramadhan Pohan ini ditanggapi dingin oleh Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum Syarief Hasan menyatakan bahwa kasus tersebut adalah urusan pribadi Ramadhan Pohan.

“Itu persoalan pribadi dia. Silakan penegak hukum proses sesuai prosedur, secara pofesional dan transparan. Tidak ada kaitan dengan Partai Demokrat,” ungkapnya.

Ramadhan Pohan juga sempat meminta bantuan pada Ruhut Sitompul. Namun, Ruhut menegaskan bahwa Partai Demokrat tak akan mencampuri urusan kader yang tersangkut masalah pribadi. Ia juga tak mau memanfaatkan jabatannya sebagai anggota komisi III DPR.

“Kalau kita Demokrat punya pakta integritas. Urusan pribadi tanggung jawab pribadi. Yang jelas kemarin aku di luar kota, ada miss call dari dia. Aku enggak perhatiin karena di-silent. Ada sms dia. Bang aku dijemput di Cikini, kan di Cikini sering ada diskusi. Tolonglah saya bang telepon Polda Sumut saya mau dibawa ke Cengkareng (bandara). Tapi saya baru baca, saya komunikasi sudah enggak bisa lagi,” katanya.

Ruhut memberikan saran pada Ramadhan Pohan agar menghadapi debt collector kalau memang tidak merasa bersalah. Ia berharap, Ramadhan Pohan bersikap kooperatif dengan kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *