Kantor Go-Jek Menjadi Sasaran Penembakan

Kantor Go-Jek via republika

Beberapa hari lalu terjadi penembakan di kantor layanan ojek berbasis pesan online, Go-Jek di Jalan Kemang Selatan 8 No. 56, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Aparat Polres Metro Jakarta Selatan juga telah menyelidiki penembakan misterius terhadap kantor ojek berbasis online tersebut.

“Iya benar ada penembakan Minggu 1 November 2015 sekitar pukul 13.00 WIB, telah terjadi penembakan oleh orang tidak dikenal di kantor Go-Jek, tapi belum dipastikan motifnya apa, korban jiwa juga tidak ada, barang-barang yang hilang juga tidak ada,” kata Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Iqbal menjelaskan kronologi penembakan. “Menurut saksi yang merupakan security kantor Go-Jek pada pukul 10.35 WIB melihat dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor Honda beat berwarna putih hijau menggunakan jaket Adidas Real Madrid untuk penumpang belakang dan orang tak dikenal di depan menggunakan jaket berwarna orange dan memakai helm putih melintas dari arah Antasari menuju ke arah Kemang Raya,” tuturnya.

Kantor Go-Jek via republika
Kantor Go-Jek via republika

Pada saat melintas depan kantor Go-Jek yang baru beroperasi tiga bulan lalu, diduga pelaku berhenti dan melihat keadaan sekitar. “Security yang berjaga hendak menanyakan maksud dan tujuan orang tak dikenal tersebut, akan tetapi salah satu dari orang tak dikenal tersebut langsung mengeluarkan senjata api dan menembakan ke arah kantor Go-Jek itu,” lanjutnya.

Untuk penyelidikan selanjutnya, langkah-langkah yang diambil adalah mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi. Polisi pun menyita barang bukti berupa sebutir proyektil dari senjata rakitan yang ditemukan tepat di depan pintu kantor Go-Jek. “Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya kaca depan kantor Go-Jek mengalami pecah dan rusak,” ucapnya.

Iqbal menambahkan penembakan yang terjadi di kantor pelatihan Go-Jek murni usaha teror. Menurutnya, senjata yang digunakan merupakan senjata rakitan bukan berasal dari senjata api. “Memecahkan kaca itu usaha teror. Beda pelurunya. Tidak ditemukan proyektil, peluru yang ditemukan lebih mirip anak peluru,” ungkapnya. Dalam mengungkap kasus ini, Polda Metro Jaya ikut memback up Kepolisian Metro Jakarta Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *