Inilah Tarif Listrik Terbaru Per Desember 2015

Petugas Melakukan Pengecekan Listrik via metrotvnews

Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai memberlakukan penyesuaian tarif listrik terbaru pada Selasa (1/12). Tarif tersebut nantinya akan diberlakukan tiap bulan sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM No 09/2015.

Dalam surat edaran PLN pusat menyebutkan tarif adjustment listrik untuk bulan Desember 2015 telah ditetapkan. “Tarif adjustment berlaku bagi golongan pelanggan yang sudah tidak disubsidi yaitu rumah tangga daya 1.300 Volt Ampere (VA) ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas,” kata Kabid Humas PLN Sultanbatara Rista.

Adapun penyesuaian ini mengikuti perubahan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, harga minyak, dan inflasi bulanan. Bahkan dengan adanya mekanisme ini, maka tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan bisa mengalami turun, tetap, atau naik berdasarkan indikator-indikator tersebut.

Petugas Melakukan Pengecekan Listrik via metrotvnews
Petugas Melakukan Pengecekan Listrik via metrotvnews

Di bulan ini secara umum tarif listrik bagi pelanggan yang sudah tidak disubsidi mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Golongan tarif rumah tangga sedang dengan daya 3.500 VA – 5.500 VA dan rumah tangga besar daya 6.600 VA ke atas turun dari Rp 1.533 per kilo Watt hour (kWh) menjadi Rp. 1.509 per kWh.

Untuk golongan tarif bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, PJU, layanan khusus juga mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar rupiah yang menguat beberapa waktu terakhir ini. Untuk pelanggan rumah tangga kecil, bisnis dan industri kecil, pelanggan sosial tarifnya tetap dan tidak diberlakukan tarif adjustment karena masih diberikan subsidi oleh pemerintah.

Berikut adalah rincian tarif listrik per Desember untuk golongan nonsubsidi :

  1. Bisnis sedang 6.600 VA – 200 kVA turun dari Rp 1.533 per kWh jadi Rp 1.509 per kWh
  2. Bisnis besar di atas 200 kVA turun dari Rp 1.122 per kWh jadi Rp 1.105 per kWh
  3. Industri besar di atas 200 kVA turun dari Rp 1.122 per kWh menjadi Rp 1.105 per kWh
  4. Industri besar 30.000 kVA ke atas turun dari Rp 1.076 per kWh menjadi Rp 1.060 per kWh
  5. Kantor pemerintah 6.600 VA – 200 kVA turun dari Rp 1.533 per kWh jadi Rp1.509 per kWh
  6. Kantor pemerintah di atas 200 kVA turun dari Rp 1.122 per kWh jadi Rp 1.105 per kWh
  7. Penerangan jalan umum turun dari Rp 1.533 per kWh menjadi Rp 1.509 per kWh
  8. Layanan multiguna turun dari Rp 1.670 per kWh menjadi Rp 1.645 per kWh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *