Ini Alasan Nikita Mirzani Dan Puty Revita Tetap Dianggap Sebagai Korban

Nikita Mirzani Dan Puty Revita via merdeka

Artis Nikita Mirzani dan finalis Miss Indonesia Puty Revita diduga menjadi korban dari kasus perdagangan orang. Mereka ditangkap pihak kepolisian di sebuah kamar hotel bintang lima di sekitar Bundaran HI. Namun sayangnya di dalam kasus tersebut baru mucikari saja yang dijerat oleh pasal hukum.

Saat ini belum ada Undang-Undang yang membuat pelaku prostitusi dijerat hukum. Selama ini yang ada jika muncul kasus prostitusi hanya mucikari saja yang dijerat pasal hukum. “Ya memang Undang-Undang mengatur demikian karena yang mendapat keuntungan itu adalah mucikarinya,” kata kriminolog Edi Hasibuan.

Dia juga mengatakan sebenarnya tidak hanya mucikari saja yang bisa dikenakan hukuman, namun penyedia tempat sebenarnya juga bisa dijerat hukum. Akan tetapi hal itu sepertinya sulit dideteksi lantaran kebanyakan dari mereka melakukan transaksi di tempat mewah dan tidak terlihat seperti hotel abal-abal.

Lagipula pegawai hotel pun tidak mungkin menanyakan alasan pengunjung untuk menginap di tempatnya. “Kalau memang terbukti ya pasti kena pasal. Nah itu dia kan enggak mungkin juga mereka (petugas hotel) bertanya pada pengunjung ‘ada keperluan apa Anda menginap kesini?’ kan enggak mungkin,” ujarnya.

Nikita Mirzani Dan Puty Revita via merdeka
Nikita Mirzani Dan Puty Revita via merdeka

Untuk pengguna jasa prostitusi sendiri dapat dikenakan Pasal 12 Nomor 21 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Edi sendiri menilai terjadinya kasus prostitusi di kalangan artis sebaiknya dijadikan bahan pembelajaran dan sebagai bahan dasar adanya revisi Undang-Undang terkait masalah prostitusi.

Mengingat dalam kebanyakan kasus pelaku prostitusi seperti tidak jera melakukan kegiatan rendah tersebut meski sanksi sosial dihadapi oleh mereka yang melakukan prostitusi. “Kalau bisa ya ada revisi soal hal itu (UU Prostitusi) karena kan sepertinya masih banyak saja orang yang melakukan itu (prostitusi),” tuturnya.

Sebelumnya, pengacara O dan F, Osner Johnson Sianipar memprotes polisi atas penetapan Nikita Mirzani dan Puty Revita sebagai korban. Alasannya mereka mengetahui bila mereka dipesan seseorang. Penentuan tarif juga ditentukan oleh mereka. “Jadi jika mereka disebut sebagai korban, saya keberatan,” kata Osner Johnson Sianipar.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus prostitusi artis dengan tersangka mucikari Robby Abbas. Atas perbuatannya, O dan F dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang. Mereka diancam hukuman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun, denda minimal Rp 120 juta dan maksimal Rp 600 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *