Dijadikan Pokestop, Monumen Perdamaian Hiroshima Layangkan Protes

Game berbasis augmented reality, Pokemon Go baru-baru ini dirilis di negara asalnya Jepang. Akhirnya penantian para penggila pokemon di Jepang terbayar sudah. Namun, ada pihak yang kurang senang atas peluncuran game ini.

Para pejabat di Kota Hiroshima dibuat geram oleh permainan ini. Pasalnya pihak Niantic menjadikan monumen perdamaian Hiroshima sebagai salah satu Pokestop atau tempat berkumpulnya para monster pokemon. Akibatnya, banyak para pemain game Pokemon Go berbondong-bondong ke sana bukan untuk mengenang korban jiwa ledakan bom Hiroshima, melainkan untuk menangkap pokemon.

Karena itu, pejabat Kota Hiroshima telah meminta pengembang Pokemon Go, Niantic untuk menghapus lokasi monumen perdamaian tersebut sebagai Pokestop. Mereka menginginkan agar Pokestop dan tempat virtual lainnya dihapus dari monumen perdamaian Hiroshima paling lambat sebelum 6 Agustus. Pada tanggal tersebut diadakan upacara penghormatan untuk mengenang para korban yang tewas pada tragedi bersejarah pengeboman Kota Hiroshima.

Taman Monumen Perdamaian tersebut memang sengaja dibuat untuk mengenang korban peristiwa bersejarah di Hiroshima. Suasana yang ingin dibangun di tempat tersebut adalah khidmat. Namun, semenjak dijadikan pokestop, tempat tersebut berkurang kesakralannya karena keramaian trainer yang berburu pokemon.

Tempat lain yang sempat melayangkan protes karena dijadikan Pokestop adalah Museum Memorial Holocauts AS dan Pemakaman Nasional Arlington. Jubir Museum Holocaust Andrew Hollinger mengatakan, bahwa tempat tersebut sudah dihapus dari server Pokemon Go sesuai permintaan. Niantic menyediakan formulir bagi mereka yang tak ingin lingkungannya dijadikan Pokestop, tapi penghapusan tersebut tidak secara otomatis dan tak ada garansi.

Terkait permintaan para pejabat Kota Hiroshima, pihak Niantic tak ingin membeberkan hasil pembicaraan dengan pihak ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *