Menteri Keuangan Sri Mulyani Angkat Bicara Mengenai Kenaikan Harga Rokok

Isu kenaikan harga rokok hingga sebesarĀ 50 ribu rupiah belakangan santer berhembus. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara. Ia menuturkan bahwa peraturan harga jual eceran atau tarif cukai rokok yang baru masih sedang dalam proses pangkajian. Kebijakan harga jual eceran maupun cukai rokok dipastikan Sri Mulyani akan dilakukan sesuai dengan undang-undang.

“Mengenai rokok sampai saat ini Kementerian Keuangan belum ada aturan terbaru mengenai harga eceran tarif cukai rokok,” kata wanita yang akrab disapa Ani tersebut.

Ani tak menampik berkembangnya isu tersebut lantaran banyak anak sekolah dan masyarakat miskin yang menghabiskan uang untuk membeli rokok. Menanggapi keresahan di balik isu kenaikan harga rokok tersebut, ia beserta timnya berharap harga eceran rokok dapat diputuskan sebelum APBN 2017 selesai.

“Kementerian Keuangan akan melakukan kebijakan mengenai harga jual eceran maupun harga jual rokok dilakukan sesuai undang-undang cukai juga dalam rencana APBN 2017. Sampai saat ini kami masih dalam proses konsultasi dengan berbagai pihak dan bisa diputuskan sampai APBN 2017 dimulai,” ujar Sri.

Beberapa Aspek yang Menjadi Perhatian Kenaikan Cukai Rokok

Tak ketingalan dengan Sri Mulyani, salah satu produsen rokok nasional, PT. HM Sampoerna turut menanggapi isu kenaikan rokok ini. Lewat seorang juru bicara, Elvira Lianita mengungkapkan bahwa kenaikan cukai rokok bukanlah langkah yang bijaksana.

“Perlu kami sampaikan bahwa kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukai secara eksesif bukan merupakan langkah bijaksana,” kata Elvira.

Beberapa aspek seperti petani, konsumen, pekerja pabrik, dan pedagang harus diperhatikan.

Ditjen Bea dan Cukai Menyebut Kabar Kenaikan Harga Rokok HOAX

Tanggapan Ditjen Bea dan Cukai mengenai harga rokok 50 ribu
Tanggapan Ditjen Bea dan Cukai mengenai harga rokok 50 ribu

Senada dengan Sri Mulyani, melalui akun twitternya Ditjen Bea dan Cukai RI mengeluarkan pernyataan bahwa kabar kenaikan harga rokok tersebut tidak benar atau hoax.

Pernyataan tersebut dikeluarkan lewat akun twitter @beacukaiRI pada Sabtu (20/8) seperti berikut.

‘@AbuulKhayr isu mengenai harga rokok masih merupakan dlm kajian, terimakasih telah memberikan saran mengenai isu yg berkembang ttg bea cukai’

‘(1)Menanggapi isu yang beredar mengenai harga rokok yang beredar di sosial media/pesan berantai/media lainnya, kami sampaikan bahwa’

‘(2)berita tsb tdk dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya krn sampai saat ini blm ada aturan terbaru mengenai harga jual eceran (HJE) rokok’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *