Google Doodle Turut Memperingati Ulang Tahun RA Kartini Ke-137

Google Doodle RA Kartini via google

Halaman depan mesin pencari Google hari ini menghadirkan sosok RA Kartini yang tampil anggun dengan kebaya sambil membawa buku. Ketika gambar tersebut diklik, maka Google akan membawa kepada mesin pencarian mereka dengan langsung menampilkan kata kunci Kartini. Seniman doodle Helene Leroux mempersembahkan google doodle RA Kartini untuk memperingati hari ulang tahun RA Kartini yang ke-137.

RA Kartini merupakan wanita yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Ia adalah salah satu Pahlawan Nasional yang dikenal sebagai pionir kebangkitan perempuan pribumi pada masanya. Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia adalah putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir. Ibunya bernama Mas Ayu Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Lahir dari keluarga bangsawan Jawa, Kartini hidup pada masa dua budaya bercampur. Beliau memiliki kedekatan dengan adat istiadat Jawa, tetapi juga sangat menyukai budaya Belanda dan sastra Barat. Ia hanya diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga umur 12 tahun. Meski begitu, ia terus membaca buku-buku dan menumbuhkan pandangan terhadap posisi perempuan dalam masyarakat Jawa di bawah kekuasaan Belanda.

Google Doodle RA Kartini via google
Google Doodle RA Kartini via google

Kartini yang di sekolah mendapatkan pelajaran bahasa Belanda, memanfaatkan hal ini untuk berkorespondensi dengan teman-temannya di Belanda. Ilmu Kartini yang makin bertambah lantaran membaca surat kabar dan majalah, menjadikan Kartini semakin cerdas. Tulisannya beberapa kali dimuat di De Hollande Lelie, salah satu majalah wanita Belanda. Kartini tidak hanya menyoroti emansipasi wanita, tetapi juga masalah sosial pada umumnya.

Karya-karya ini pun Kartini mendapatkan perhatian khusus dari seorang politisi Belanda, J,H. Abendanon. Koleksi surat Kartini yang diterbitkannya menjadi salah satu wacana baru untuk menilik kembali ketidakadilan sistem kolonial Belanda pada kala itu. Perjuangan Kartini terus menjadi inspirasi banyak orang hingga saat ini. Karyanya yang paling terkenal adalah Habis Gelap Terbitlah Terang yang diterbitkan oleh Balai Pustaka di tahun 1922. Buku ini dicetak sebanyak lima kali dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda. Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi sangat menarik perhatian masyarakat Belanda. Pemikiran Kartini ini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi, bahkan menjadi inspirasi bagi tokoh kebangkitan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *