Google Doodle Peringati Ulang Tahun Ke-85 Bapak Mikroelektronika Indonesia

Google Doodle Bapak Mikroelektronika Indonesia via google

Ada yang menarik dari tampilan Google Doodle hari ini. Terlihat gambar sosok seorang pria berkemeja putih yang sedang tersenyum. Beliau adalah Prof Dr Samaun Samadikun, seorang ilmuwan Indonesia yang juga dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika Indonesia. Ya tepat di hari ini, Google merayakan hari kelahiran Prof Dr Samaun Samadikun yang ke-85. Untuk itu, Google menghadirkan sosok Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dalam tampilan google doodle di halaman muka mesin pencariannya.

Jasa-jasa Prof Dr Samaun Samadikun dalam bidang elektronika sudah mendunia. Bahkan dia memiliki cita-cita agar Bandung kelak menjadi kota chip di Indonesia. Dia pun memprakarsai program Bandung High Technology Valley (BHTV). Dia selalu mendorong adanya investasi global untuk industri elektronika agar terbuka lapangan kerja di bidang tersebut. Bahkan dia juga menginginkan industri elektronika Indonesia untuk lebih berorientasi ekspor agar dapat menghasilkan devisa. Baginya, kemajuan industri elektronika Indonesia diukur dari jumlah nilai ekspor dan jumlah lapangan kerja.

Prof Dr Samaun Samadikun lahir di Magetan, Jawa Timur pada tanggal 15 April 1931. Dia adalah seorang insinyur, pendidik, dan ilmuwan Indonesia. Dia dikenal sebagai seorang figur dosen ITB dan pendidik yang sangat menonjol. Selepas SMA, dia melanjutkan kuliah jurusan Teknik Elektro ITB pada awal 1950-an dan lulus menjadi seorang insinyur. Dia memperoleh gelar M.Sc (1957) dan Ph.D (1971) bidang teknik elektro dari Stanford University di Amerika Serikat. Dia juga memperoleh Postgraduate Diploma bidang Nuclear Engineering dari Queen Mary College, London University (1960).

Google Doodle Bapak Mikroelektronika Indonesia via google
Google Doodle Bapak Mikroelektronika Indonesia via google

Kariernya sebagai dosen diawali di Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung 1957, serta menjadi profesor bidang elektronika tahun 1974. Dia pernah menjabat sebagai ketua jurusan teknik elektro (1964-1967) dan Direktur pertama dari Pusat Antar-Universitas (PAU) Mikroelektronika (1984-1989). Dia mengambil sabbatical leave atau cuti dari mengajar dari ITB karena menerima jabatan dari pemerintah sebagai Direktur Binsarak DIKTI (1973-1978), Dirjen Energi, Departemen Pertambangan dan Energi (1978-1983), dan ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (1989-1995).

Selepas itu, dia memutuskan kembali ke ITB untuk mengajar di Departemen Teknik Elektro dan meneliti di PAU Mikroelektronika. Dalam periode ini, dia tetap aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Riset Nasional (1993-1996) dan Komisaris Utama PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) (1993-1999). Prof Dr Samaun Samadikun adalah salah satu pendiri dari Akademi Ilmu Pengetahuan Islam dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dia seorang penulis ilmiah nasional maupun internasional dalam bidang tunnel diodes, instrumentasi nuklir, fabrikasi IC, energi, industri elektronika dan pendidikan.

Pada tahun 2004, Prof Dr Samaun Samadikun mulai menderita sakit. Dia berhasil menjalani operasi di Perth Australia Oktober 2004. Sekembalinya dari Perth, dia kembali aktif seperti sediakala. Namun penyakit yang sama kembali menyerangnya pada bulan September 2006. Setelah dirawat cukup lama, dia meninggal dunia pada 15 November 2006 di Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta dan dimakamkan satu hari berikutnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata setelah disemayamkan pagi harinya di LIPI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *