4 Alasan Film Suzanna Lebih TOP Dari Pada Film Horor Jaman Sekarang

Bukan Saja Bermodalkan Tampang Tapi Juga Pengalaman

Industri perfilman Indonesia tiap tahunnya memang semakin berkembang. Bukan hanya ide cerita yang lebih banyak, tapi kualitas pemain film yang semakin hari semakin membaik. Namun, ada beberapa film Indonesia yang saat ini hanya menginginkan keuntungan semata. Salah satunya adalah film bergenre horor.

Banyak orang beranggapan kualitas film horor masa kini turun drastis dibandingkan dengan film horror dijamannya Suzanna. Berikut ini yang menjadi alasan film di masa Suzanna lebih baik dari pada film horror masa kini.

1.Bukan Saja Bermodalkan Tampang Tapi Juga Pengalaman

Banyak pihak produksi film yang akhir-akhir ini kehilangan arah. Mereka lebih menginginkan untung yang besar dari pada memproduski film yang berkualitas. Untuk mencapai keinginan tersebut, mereka mengandalkan para aktor dan aktris pendatang baru yang memiliki tampang oke, tapiii…. Tahu sendiri kan??

Bukan Saja Bermodalkan Tampang Tapi Juga Pengalaman
Bukan Saja Bermodalkan Tampang Tapi Juga Pengalaman [Image Source]
Beda jauh dengan film jamannya Suzanna. Baik pemeran utama, pengganti ataupun figuran, mereka benar-benar totalitas dalam menggarap produksi film. Bahkan mereka rela survey dan ekperimen lokasi syuting untuk mendapatkan chemitry yang sempurna.

2. Alur Cerita Yang Variatif dan Realistis

Salah satu film Suzanna yang sampai sekarang diingat adalah Sundel Bolong. Film ini bercerita tentang seorang mantan PSK yang bertobat setelah menikah. Namun ia mengalami nasib buruk karena diperkosa oleh beberapa orang yang mengakibatkan dirinya mati bunuh diri. Setelah bunuh diri, arwah dari Suzzana gentayangan untuk menuntut balas dendam. Ending, para pelaku pemerkosaan meninggal dengan cara mengenaskan, sementara si arwah tidak lagi bergentayangan.

Alur Cerita Yang Variatif dan Realistis
Alur Cerita Yang Variatif dan Realistis[Image Source]
Berbeda dengan alur cerita film horor masa kini. Para pemroduksi film hanya membuat skenario film yang dibuat-buat. Mereka juga sering membuat taktik suara menyeramkan dan juga teriakan para pemain film yang membuat para penonton kaget. Sayangnya, alur cerita yang dibuat-buat ini membuat banyak orang berpindah menyukai genre film lainnya.

3. Penampakan Hantu Yang Membuat Seru Jalanya Cerita

Jamannya Suzanna, adegan yang memperlihatkan wajah cantik artis satu ini sangat sering. Namun penampakan hantu jarang dijumpai. Hal ini dikarenakan untuk membuat para penikmat film semakin penasaran dengan wajah hantu yang ada dalam film. Dan mereka lebih fokus untuk melihat cerita yang ingin disampaikan dalam film.

Penampakan Hantu Yang Membuat Seru Jalanya Cerita
Penampakan Hantu Yang Membuat Seru Jalanya Cerita [Image Source]
Tapi beda jauh dengan film jaman sekarang. Alur cerita yang dibuat-buat sering memperlihatkan wajah hantu disetiap moment. Kadangpula si hantu melakukan akting yang sebenarnya susah untuk dinalar oleh pikiran. Dan pastinya, sosok hantu ini dimula dari penampakan wanita cantik dan seksi.

4. Film Horor Sekarang = Film Dewasa

Jika melihat film horor masa kini lebih baik hindarkan dari anak-anak di bawah umur. Masalahnya, film horror ini berbeda jauh dengan jamannya Suzanna. Jika dulu melihatkan sosok hantu yang menyeramkan dengan muka tak karuan, kini penikmat film horor sering melihat adegan panas yang menyesatkan.

Fil Horor Jaman Sekarang
Fil Horor Jaman Sekarang [Image Source]
Banyak sekali judul film horror yang diputar di bioskop Indonesia masih dibumbui dengan adegan-adegan yang tak layak dilihat anak kecil. Bahkan adegan tersebut lolos dari lembaga sensor Indonesia. Jangankan adegan film, cover film saja sudah menampilkan artis yang seharusnya bukan konsumsi anak remaja dan anak-anak.

Penurunan kualitas dalam dunia perfilman horor ini tidak hanya dirasakan oleh para penikmat film, tapi juga dirasakan oleh beberapa pemain horror jaman dulu. Sepertinya, alur film masa kini tak lagi memperlihatkan kesan horor yang natural melainkan cerita yang dibuat-buat agar film laku keras. Yah, memang dunia bisa berubah, tapi semoga berubah menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *