5 Fakta Unik Meriam Karbit, Pengusir Kuntilanak di Pontianak

Tak terasa puasa sudah memasuki hari ke-13. Kurang sekitar dua minggu lagi kita akan menyambut Idul Fitri. Tentunya Anda sudah mulai mencicil persiapan Idul Fitri kan?

Momen ini seringkali dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja keperluan menyambut Idul Fitri. Banyak orang-orang yang memenuhi pusat perbelanjaan untuk membeli baju baru, kue kering, dan bingkisan parsel. Namun, berbeda lagi dengan yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Beberapa dari mereka malah mempersiapkan Meriam Karbit untuk menyambut datangnya hari yang Fitri tersebut. Kegiatan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Meriam Karbit adalah meriam bersejarah yang mempunyai keunikan sebagai berikut.

1. Dipercaya Dapat Mengusir Kuntilanak

Proses menyalakan meriam karbit [image source]
Proses menyalakan meriam karbit [image source]
Pada masa kesultanan Kadriah antara tahun 1771 sampai 1808, Raja Syarif Abdurrahman Alkadrie memerintahkan untuk membuat sebuah meriam yang digunakan untuk mengusir hantu-hantu, termasuk kuntilanak. Hantu tersebut dinilai cukup mengganggu pembukaan lahan baru yang sedang dilakukannya. Selain mengusir hantu, membunyikan meriam juga bertujuan untuk mengusir sial. Kemudian sejak saat itu, meriam karbit juga digunakan sebagai penanda adzan maghrib.

2. Dijadikan Ajang Perlombaan Setiap Tahun

Anak-anak bermain di atas meriam karbit [image source]
Anak-anak bermain di atas meriam karbit [image source]
Meriam karbit tak hanya jadi pelengkap saat menyambut datangnya Idul Fitri. Di Pontianak juga diadakan perlombaan meriam karbit yang mengambil tempat di pinggir Sungai Kapuas. Salah satu syarat untuk mengikuti perlombaan ini, yaitu meriam harus terbuat dari kayu. Karena disitulah letak nilai budaya meriam karbit. Syarat lainnya yaitu para peserta harus memiliki meriam karbit minimal 5 buah.

3. Memecahkan Rekor MURI di Tahun 2007 dan 2009

Motif unik meriam karbit [image source]
Motif unik meriam karbit [image source]
Perhelatan lomba meriam karbit ini akhirnya berhasil menarik perhatian wisatawan untuk ke Pontianak. Hiasan yang unik pada meria karbit serta ukuran besar yang mencapai 5 meter dengan diameter di atas 50 centimeter menjadi perhatian para wisatawan. Selain itu, ajang perlombaan meriam karbit ini pernah memecahkan rekor MURI di tahun 2007. Pada tahun tersebut, terdapat 150 meriam yang mengikuti perlombaan. Rekor tersebut dipecahkan kembali di tahun 2009 dengan 198 dentuman sepanjang malam.

4. Bunyi Menggelegar Meriam Karbit Terdengar Sampai Jauh

Ledakan meriam karbit [image source]
Ledakan meriam karbit [image source]
Seperti layaknya meriam pada umumnya, meriam karbit yang berbahan kayu juga mempunyai dentuman yang tak kalah menggelegar dari meriam berbahan besi. Dentuman meriam karbit ini bisa terdengar sampai radius jarak sekitar 3 sampai 5 kilometer. Bahkan meriam karbit yang dibuat dari kayu berkualitas dentumannya bisa terdengar sampai radius 6 kilometer.

5. Disimpan Dengan Cara yang Unik

Proses pengangkatan meriam karbit [image source]
Proses pengangkatan meriam karbit [image source]
Meriam karbit yang telah selesai digunakan, akan direndam di Sungai Kapuas agar bisa dipakai untuk tahun depan. Penyimpanan ini bertujuan dengan harapan bisa memperpanjang usia pemakaiannya. Jika sampai rusak, dibutuhkan dana mencapai sepuluh juta untuk memperbaikinya.

Nah, itulah 5 keunikan meriam karbit khas Kota Pontianak. Jika anda ingin menyaksikannya secara langsung, bisa datang ke Pontianak Timur yang menjadi tuan rumah Festival Meriam Karbit tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *