4 Fakta Mumpuni Calon Tunggal Kapolri, Tito Karnavian

Pada Bulan Juli nanti tugas Badrodin Haiti sebagai Kapolri sudah selesai. Menjelang pensiun banyak calon yang digadang-gadang untuk mengganti tampuk kepemimpinanya. Nama tersebut antara lain  Komjen Suhardi Alius, Komjen Budi Waseso, Komjen Putut Eko Bayuseno, Komjen Dwi Priyatno, Komjen Budi Gunawan, Komjen Syarifuddin.

Dari sekian nama yang ada, Presiden Jokowi malah menunjuk satu nama sebagai calon tunggal. Pilihan tersebut jatuh pada Tito Karnavian. Tentu saja dijadikannya Tito sebagai calon tunggal Kapolri tak sekedar asal. Ia memiliki beberapa hal mumpuni sebagai berikut.

1. Selama Bertugas di Kepolisian, Prestasi Tito Sangat Menjanjikan

Aksi Densus 88 [image source]
Aksi Densus 88 [image source]
Kiprah Tito di dunia kepolisian tak diragukan lagi. Salah satu keahlian cakapnya adalah di bidang terorisme. Bermula dari penangkapan Tommy Soeharto di tahun 2001, karier Tito kemudian semakin melesat. Ia kemudian ditugaskan untuk memimpin Densus 88 Antiteror  yang membawahi 75 personel. Pangkatnya kemudian naik setelah ikut serta dalam penangkapan teroris Azahari Husin di Batu, Malang. Aksi teroris noordin M. Top juga berhasil dibongkar berkat bantuannya. Prestasi-prestasi tersebut akhirnya membuat Tito dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya pada 5 Juni 2015, kemudian di tahun ini ia menjabat sebagai kepala BNPT.

2. Lulusan Terbaik di Angkatannya dan Menguasai 8 Bahasa

Tito Karnavian [image source]
Tito Karnavian [image source]
Selain di bidang kepolisian, prestasi Tito di dunia pendidikan juga sangat cemerlang. Ia adalah penerima bintang Adhi Makayasa yang menunjukkan bahwa dirinya adalah lulusan Akpol terbaik angkatan 1987. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan Police Studies di University of Exeter dan meraih gelar MA pada tahun 1993. Di Indonesia, ia sempat mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta tahun 1996 dan mendapatkan Bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik PTIK. Prestasi terbarunya di bidang pendidikan adalah menyelesaikan program PhD dengan nilai excellent di Nanyang Technological University, Singapura pada tahun 2013. Ia juga fasih berbicara dalam 8 bahasa.

3. Punya Kebiasaan Disiplin Sejak Kecil

Ayah Tito Karnavian [image source]
Ayah Tito Karnavian [image source]
Menurut keluarganya, Tito sudah memelihara kedisiplinan sejak kecil. Sifat disiplin ini terlihat ketika ia menerima tugas dari sekolah. Tugas-tugas tersebut langsung dikerjakannya saat itu juga. Dalam mengerjakan tugas ini, ia menaruh fokus 100% dan seringkali menolak ajakan teman-temannya untuk bermain. Sikap disiplin ini menurut sang ayah sesuai dengan makna namanya. Nama Tito diambil dari Josip Broz Tito, presiden Yugoslavia yang terkenal disiplin dan disegani. Sedangkan nama Karnavan diberikan saat ayahnya melihat karnaval sebelum kelahirannya. Dalam nama tersebut, tersemat harapan agar Tito suatu saat dapat menjadi pemimpin.

4. Memiliki Rasa Persaudaraan yang Tinggi

Tito dan ayah ibunya
Tito dan ayah ibunya

Rasa persaudaraan yang tinggi merupakan salah satu nilai plus yang ada pada diri Tito untuk menjadi Kapolri. Semenjak kecil, Tito dikenal memiliki rasa persaudaraan yang tinggi. Hal itu diungkapkan oleh ayahnya, H. Achmad Saleh. Setiap hendak bertugas, ia selalu menghubungi ayah dan keluarganya untuk meminta doa via telepon. Sampai sekarang pun Tito masih sering berhubungan dengan sanak saudaranya yang ada di Palembang.

Prestasi yang bagus dan perilaku yang baik memang menjadi kriteria dalam setiap pekerjaan. Tak salah rupanya Presiden Jokowi memilih sosok Tito Karnivan sebagai calon tunggal Kapolri. Semoga jika Tito terpilih, dunia kepolisian kita akan dihiasi dengan prestai gemilang dan membanggakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *