4 Fakta Tentang GWK, Patung di Bali Yang Nantinya Akan Lebih Tinggi Dari Liberty di Amerika

Patung Garuda dan Dewa Wisnu

Tak akan ada habisnya jika kita hendak membahas tentang Pulau Bali. Wilayah Indonesia yang menjadi tujuan wisatawan baik lokal maupun asing tersebut, terus saja menghadirkan berbagai macam wisata baru, baik wisata alam maupun wisata taman bermain.

Dan salah satu kawasan yang sangat ikonik adalah kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Alasanya adalah di tempat itu nantinya akan dibangun sebuah patung Garuda Wisnu Kencana yang digadang-gadang akan menjadi patung yang tertinggi di dunia. Penasaran fakta apa saja yang ada di balik pembuatan patung tersebut? Simaklah informasi berikut ini.

1. Akan Menjadi Patung Tertinggi di Dunia

Garuda Wisnu Kencana tepatnya berada di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali. Sampai sekarang GWK masih dalam tahap proses pembangunan. Jika nantinya patung ini telah dirampungkan maka otomatis predikat patung tertinggi di dunia akan diberikan Pada GWK.

Desain GWK
Desain GWK [image source]
GWK akan mengalahkan patung Liberty di Amerika dan patung The Yesus di Brasil karena tinggi kedua patung tersebut tak lebih dari 100 meter sedangkan tinggi Garuda Wisnu Kencana sendiri di desain setinggi 120 meter. Saking Tingginya GWK dapat dilihat dari jarak pandang hingga 20 km. Sehingga penampakan GWK akan jelas terlihat dari Sanur, Kuta Maupun Tanah Lot.

2. GWK Adalah Tokoh Mitologi Hindu

Garuda Wisnu Kencana adalah makhluk mitologi dalam agama Hindu yang berwujud burung garuda berukuran raksasa. Burung tersebut juga dipuja sebagai dewa baik dalam Hindu maupun Budha. Wujud garuda tak seperti burung pada umunya karena memiliki lengan dan kaki sehingga ia juga disebut sebagai manusia setengah burung.

Patung Garuda dan Dewa Wisnu
Patung Garuda dan Dewa Wisnu [image source]
Bagi masyarakat Bali yang memang mayoritas adalah penganut Hindu maka burung Garuda dianggap Istimewa dan pantas untuk dijadikan monumen yang nantinya akan menjadi maskot Pulau Bali yang membanggakan. Garuda yang Akan di bangun di Bali nantinya juga akan dilengkapi dengan patung Dewa Wisnu yang sedang menunganggi Garuda tersebut.

3. Sebelumnya, Arsitek GWK telah membangun Monumen Jalesveva Jayamahe serta Monumen Proklamasi Indonesia

Jika bertanya siapa orang yang paling berjasa dalam pembangunan GWK sudah pasti jawabannya adalah I Nyoman Nuarta. Dia adalah arsitek yang mendesain patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Setelah sebelumnya sempat terhenti kerena alasan krisis moneter tahun 1997 yang lalu, GWK mulai dibangun kembali pada tahun 2013.

I Nyoman Nuarta
I Nyoman Nuarta [image source]
I Nyoman Nuarta adalah seniman asal Bali yang karya-karyanya sudah tersohor seantero negeri. Sebut saja Monumen Proklamasi Indonesia di Jakarta dan jika anda bertandang ke pelabuhan di Surabaya, mungkin Anda melihat monumen Jalesveva Jayamahe yang cukup terkenal di Surabaya. Dua monumen tersebut adalah hasil karya seorang I Nyoman Nuarta. Saat ini I Nyoman Nuarta masih berfokus untuk menyelasaikan pembangunan GWK sesuai Target.

4. Direncanakan Selesai Pada Tahun 2017

Patung Setinggi 120 meter tersebut dibuat dari campuran baja dan besi yang mencapai 4000 ton dengan biaya lebuh dari Rp. 450 miliar. Ukiran-ukiran khas di patung tersebut tak di buat di Bali melainkan di Bandung. Baru setelah selesai, lempengan besi yang telah diukir tersebut akan di kirim ke Bali untuk dirangkai ulang dan disambungkan dengan bagian patung yang lainnya.

Wujud utuh Garuda Wisnu Kencana
Wujud utuh Garuda Wisnu Kencana[image source]
Jika tepat waktu, mega proyek bergengsi ini direncanakan akan selesai pada tahun 2017 mendatang. Sebenarnya selain menunjukan budaya Bali, patung GWK juga dijadikan simbol untuk menjaga lingkungan.

Itulah empat hal seputar patung GWK di Bali. Harapanya setelah patung tersebut selesai semua masyarakat tidak hanya dapat menikmati keindahannya, tapi juga ikut bangga dan menjaganya dengan baik termasuk juga lingkungan sekitarnya sesuai fungsi patung GWK sebagi simbol untuk menjaga lingkungan alam Bali secara khusus dan lingkungan dunia pada umunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *