Din Minimi Menyerahkan Diri Setelah Mengajukan Enam Syarat

Din Minimi via okezone

Pemimpin kelompok bersenjata Aceh, Nurdin Ismail alias Din Minimi mengajukan beberapa permintaan sebelum turun gunung. Salah satunya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun langsung mengawasi Pemerintah Aceh. Permintaan Din disambut positif aktivis antikorupsi Aceh yang selama ini juga menuntut agar KPK turun secara langsung ke Provinsi Serambi Makkah yang bergelimang uang pasca berakhirnya konflik.

“Sebenarnya tanpa diminta Din Minimi sekali pun sudah seharusnya KPK ikut turun langsung melakukan upaya deteksi dini terhadap persoalan-persoalan dugaan tindak pidana korupsi di daerah seperti Aceh. Permintaan tersebut dinilai sebagai bentuk reaksi masyarakat atas banyaknya persoalan dugaan korupsi yang harus diperhatikan di Aceh,” ungkap Koordinator Gerakan Antikorupsi Aceh, Askhalani di Banda Aceh, Selasa (29/12).

Din Minimi via okezone
Din Minimi via okezone

Askhalani mengatakan salah satu potensi korupsi paling banyak terjadi di Aceh adalah pada alokasi bantuan sosial (bansos) dan dana hibah yang jumlahnya sangat besar, dana aspirasi untuk wakil rakyat yang kerap dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dewan dan tak tepat sasaran sebelumnya. Aceh termasuk provinsi ketiga di Indonesia yang paling banyak dalam menggelontorkan anggaran untuk program aspirasi.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan bahwa kelompok bersenjata yang dipimpin Din Minimi dan menetap di Aceh mengajukan enam syarat sebelum menyerahkan diri. Sutiyoso sendiri berjanji akan mengakomodir semua syarat yang diajukan karena dinilai masih rasional. Syarat pertama adalah reintegrasi perjanjian Helsinski. Kedua, pemerintah diminta memberi perhatian nyata pada yatim piatu pasukan Gerakan Aceh Merdeka.

Syarat keempat, kelompok Din Minimi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menyelidiki penggunaan APBD Provinsi Aceh. Kelima, pemerintah diminta menerjunkan pengamat atau peninjau independen ketika digelar pemilihan kepala daerah di Aceh pada 2017 mendatang. Syarat terakhir, pemerintah diminta memberikan amnesti. Setelah dijanjikan akan dipenuhi semuanya, kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi itu menyerahkan diri beserta puluhan pucuk senjata, amunisi, dan granat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *