Diduga Melakukan Investasi Bodong, Sandy Tumiwa Ditangkap Polisi

Sandy Tumiwa via tempo

Pesinetron Sandy Tumiwa ditangkap Kepolisian Daerah Metro Jaya atas tuduhan melakukan tindak penipuan berkedok investasi bodong di kamar nomor 27, Lenna Residence, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (26/11). Investasi yang dimaksud berupa multilevel marketing (MLM) yang menjanjikan keuntungan besar mulai 18 hingga 40 persen.

Hal itulah yang mampu membuat para korban menjadi tergiur. “Tersangka berhasil meraup keuntungan hingga mencapai Rp 7 miliar dari korbannya. Tersangka terbukti menggunakan uang itu demi keperluan pribadi,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, Kamis (26/11).

Menurutnya, bahkan tiap korban juga diminta mencari nasabah baru. Setiap kali mendapat nasabah baru, korban mendapatkan bonus mulai 10 hingga 15 persen per nasabah. Namun kenyataannya, investasi MLM yang digeluti oleh Sandy itu tidak berjalan seperti yang telah dia janjikan sebelumnya.

Sandy Tumiwa via tempo
Sandy Tumiwa via tempo

Selain menangkap Sandy, kepolisian Polda Metro Jaya juga menetapkan Direktur Utama PT CSM Bintang Indonesia Astriana atau akrab disapa Cici. Dia ditangkap di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Keduanya telah terbukti melakukan penipuan kepada para korban. Ada ribuan korban yang menjadi nasabah bisnis MLM tersebut.

Sandy Tumiwa ditangkap berdasarkan tiga laporan. Annisa mengadukan Sandy pada tanggal 10 Juli 2012. Polisi meningkatkan status laporan itu menjadi penyidikan pada 16 Juli 2012. Penangkapan Sandy juga didasari surat keterangan P-21 dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 19 November 2015 terkait perkara salah satu tersangka penipuan.

Sementara itu, Annisa Bahar mengaku tidak kasihan terhadap Sandy Tumiwa yang ditangkap sebagai tersangka penipuan dan penggelapan, meski kabarnya Sandy baru menikah dengan Diana Lumbong pada 16 November 2015. Annisa mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Sandy, dia juga menyebutkan banyak korban lain yang sudah meninggal.

“Kenapa aku harus kasihan? Dia nggak kasihan korbannya pada mati. Terus kalau (dipenjara) tiga tahun kenapa? Justru harusnya dari dulu ditangkap. Sudah banyak yang meninggal. Ya, mereka (Sandy dan Astriana atau Cici) nggak merespons. Aku hanya minta Sandy tanggung jawab atas semua ini. Total sampai Rp 25 M lho,” tutur Annisa Bahar, Kamis (26/11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *