Bocoran Panama Papers Memicu Penyelidikan Keuangan Secara Global

Panama Papers via tempo

Pemerintah di berbagai negara kini mulai menyelidiki kemungkinan kesalahan dari keuangan orang-orang kaya dan berkuasa. Langkah tersebut muncul menyusul ada bocoran Panama Papers mengenai dugaan orang-orang kaya dan berkuasa yang menyembunyikan kekayaan dengan menggelapkan pajak melalui firma hukum Panama, Mossack Fonseca.

Bocoran Panama Papers berisi 11,5 juta dokumen klien pajak Mossack Fonseca yang dirilis media Jerman hari Minggu lalu. Dokumen itu diperoleh dari pembocor dokumen anonim yang sengaja membocorkannya tanpa imbalan finansial. Bocoran data Panama Papers juga merupakan yang paling besar dalam sejarah jurnalistik, dimana 12 pemimpin dunia disebut-sebut masuk ke dalam daftar tersebut.

Dokumen itu mengungkapkan pengaturan keuangan politisi global dan tokoh masyarakat termasuk teman-teman dari Presiden Rusia Vladimir Putin, kerabat Perdana Menteri Inggris, pemimpin Islandia dan pemimpin Pakistan, hingga Presiden Ukraina. Sejumlah selebriti dan atlet seperti Jackie Chan dan Lionel Messi ikut disebut dalam daftar itu.

Panama Papers via tempo
Panama Papers via tempo

Prancis melalui kejaksaannya mulai membuka penyelidikan awal dugaan penggelapan pajak dari orang-orang kaya di negara itu yang menggunakan jasa Mossack Fonseca. Pemerintah Jerman juga melakukan aksi yang sama dalam menyelidiki kasus masalah keuangan orang-orang kaya yang bermasalah. Bahkan langkah Prancis dan Jerman itu diikuti oleh Australia, Austria, Swedia, dan Belanda.

Beberapa nama pengusaha terkenal Indonesia masuk dalam daftar klien Mossack Fonseca, sebuah firma hukum asal Panama. Berdasarkan bocoran dokumen yang kini dikenal sebagai The Panama Papers itu, ada sekitar 800 nama pebisnis dan politikus Indonesia yang masuk dalam daftar klien firma hukum Panama, Mossack Fonseca.

Mossack Fonseca merupakan sebuah firma hukum kecil tapi amat berpengaruh di Panama. Firma ini memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami, dan 35 kota lain di seluruh dunia. Bocornya data itu dipublikasikan serentak oleh 100 media di seluruh dunia. Selain mencantumkan nama-nama asal Indonesia, dokumen finansial itu memuat sejumlah kepala negara (mantan dan yang masih menjabat), pebisnis internasional, dan tokoh dunia.

Mereka masuk ke dalam daftar tersebut lantaran pernah menyewa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan di yuridiksi bebas pajak di luar negeri (offshore). Data Mossack yang bocor berisi informasi soal Mossack dan klien-kliennya sejak 1977 sampai awal 2015. Data ini memungkinkan publik mengintip bagaimana dunia offshore bekerja dan bagaimana fulus gelap mengalir di dalam dunia finansial global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *