Tahukah Kamu? Big Ben Berdetak Lebih Lambat Dari Jam Pada Umumnya

Bagi traveler yang sedang berada di kota London, sebaiknya untuk sementara tidak terlalu menggantungkan penentuan waktu pada jam raksasa Big Ben. Pasalnya jam ikonik ini tidak akurat dalam menunjukkan waktu, disinyalir ada beberapa masalah terjadi yang hingga kini masih dicari penyebabnya. Lantas seberapa tidak akuratkah jam ini?

Sudah selayaknya suatu jam menunjukkan waktu yang akurat apalagi jam tersebut berada di tengah kota dan berdiri dengan ukuran yang sangat besar. Seperti Big Ben misalnya, jam raksasa yang terletak di Gedung Parlemen di kota London ini telah 150 tahun menjadi alat penentu waktu tradisional bagi warga Inggris. Sayangnya jam kebanggaan warga negeri Ratu Elizabeth ini tengah menghadapi masalah berupa ketidak akuratan dalam menunjukkan waktu.

Big Ben Menunjukkan Waktu Yang Tidak Tepat [Image Source]
Big Ben Menunjukkan Waktu Yang Tidak Tepat [Image Source]
Seperti yang diberitakan Reuters, tersebut akhir-akhir ini kian parah dan membuat sejumlah warga Inggris mulai resah. Terhitung sejak masalah 15 Agustus lalu jam raksasa ini berdetak 6 detik lebih lambat setiap jamnya ketimbang jam-jam lain pada umumnya. Meski warga baru saja menyadari, pihak teknisi mengaku bahwa mereka telah mengetahui masalah tersebut sejak lama.

Teknisi yang bekerja memeriksa jarum jam, suhu, tekanan udara, dan mekanisme lainnya mengaku jika ketidak akuratan Big Ben dalam menunjukkan waktu telah terjadi sejak lama. Hasilnya mereka harus menyesuaikannya setiap kali melakukan perawatan di dalam ruang mesin. Belum ada yang mengetahui mengapa hal tersebut bisa terjadi hingga muncul banyak dugaan mengenai penyebabnya.

Big Ben di Kota London [Image Source]
Big Ben di Kota London [Image Source]
Kejadian ini sontak mengundang perhatian banyak pakar, beberapa dari mereka berspekulasi bahwa penyebab utama kelambatan Big Ben dalam berdetak dipengaruhi oleh penggantian tipe koin pengatur sirkulasi dalam jam. Diketahui bahwa sebelum tahun 1971, jam raksasa ini menggunakan penny sebagai koin pengatur yang kemudian diganti dengan type desimal.

Ternyata mengganti atau menambah koin pengatur sirkulasi berpengaruh terhadap dentang belnya di mana kecepatan rata-rata perputaran jarum jam tersebut menjadi 0,4 detik lebih lambat setiap harinya. Sejak penggantian koin itulah teknisi yang merawat jam harus menyesuaikan waktu dengan naik ke puncak jam. Dari yang semula 3 minggu sekali kini perawatan dilakukan setiap hari termasuk di akhir pekan.

Ternyata jam raksasa yang begitu ikonik masih bisa mengalami kesalahan dalam menunjukkan waktu, bagaimana dengan Jam Gadang di Indonesia?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *