4 Bentrokan TNI dan Polri Ini Terjadi Karena Alasan Sepele

Ilustrasi bentrokan TNI dan Polri

Sudah menjadi tugas bagi anggota TNI maupun Polri untuk menjaga keamanan dan mencegah terjadinya konflik dalam masyarakat. Tapi nyatanya dua golongan abdi negara tersebut justru menyulut bentrokan dan saling tembak satu sama lain.

Baru-baru ini tanggal 30 Agustus 2015 kemarin, terjadi bentrokan antara TNI dan Polri yang ditugaskan mengawal acara road race di Stadion Manding, Polman, Sulawesi Barat. Miris sekali jika aparat yang seharusnya menjaga keamanan malah membuat keributan hanya karena salah paham. Sebenarnya bentrokan antara TNI dan Polri tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya sempat beberapa kali terjadi hal yang sama berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Bentrok TNI dan Polri di Batam

Dendam lama yang tak kunjung reda menjadi penyebab meletusnya kembali bentrokan antara anggota TNI AD Yonif 134/ Tuah Sakti dengan Brimob Polda Kepri. Tepatnya tanggal 19 November 2014 yang lalu, markas Brimob Polda Kepri dihujani oleh tembakan para TNI Tuah Sakti.

Baku tembak antara TNI dan Brimob tersebut tak bisa dihindari dan konflik tersebut baru mereda setelah pihak Brimob melibatkan warga. Mendengar warga yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Bendera Merah Putih, TNI dan Brimob kemudian berhenti saling tembak. Seorang Anggota TNI bernama JK Marpaung menjadi korban dalam insiden tersebut.

2. TNI Serbu Markas Polisi Papua

Tanggal 13 Oktober di tahun 2014, terjadi juga insiden baku tembak antara prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 756/ Winame sili dengan Para Polisi dai Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Peristiwa ini terjadi akibat salah paham antara kedua belah pihak.

Ilustrasi bentrokan TNI dan Polri
Ilustrasi bentrokan TNI dan Polri [image source]
Awalnya seorang prajurit TNI menumpang sebuah truk yang melewati razia para polisi. Kemudian prajurit tersebut ditegur agar mau diperiksa, padahal ia sudah menjelaskan kalau dia adalah prajurit TNI yang bertugas di POS Pirime. Prajurit TNI itu lalu melaporkan tindakan tersebut pada komandan pos Pirime. Beberapa saat setelah itu, rombongan komandan pos menuju ke arah Polsek Pirime untuk menyelesaikan kesalahpahaman itu, tapi yang terjadi justru para polisi mengeluarkan tembakan karena mengira mereka akan diserang. Suasana sempat menegang dan komandan pos yang bernama Letnan Ali tertembak di bagian kakinya saat insiden itu terjadi.

3. Konflik TNI dan Polisi di Karawang

Bentrokan juga terjadi di Karawang pada tanggal 19 November tahun 2013. Bentrokan itu melibatkan para anggota TNI dari Batalyon Infanteri 305 yang menyerang Markas Polres Karawang, Jawa Barat. Pemicu penyerbuan tersebut adalah karena seorang Tentara berpangkat Tamtama dipukuli oleh Brimob Detasemen B Cikole.

Kejadian tersebut bermula saat para anggota Brimob yang bertugas di depan kantor Pemerintah Kabupaten Karawang merasa was-was dengan kehadiran seorang pria berbaju preman yang mengantarkan istrinya. Karena merasa pria tersebut mencurigakan, akhirnya ia dipukuli ramai-ramai tanpa perlawanan. Tak terima dengan perlakuan tersebut pria yang ternyata adalah anggota TNI tersebut memanggil rekan-rekannya untuk menyerang para polisi yang bertugas di depan gedung pemerintahan Kabupaten Karawang.

4. Pembakaran Markas Polres OKU Sumatera Selatan

Prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan, Tarik Martapura mendatangi Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan pada 7 maret 2013. Sebenarnya kedatangan mereka untuk menanyakan kelanjutan dari kasus Pratu Heru Oktavianus yang tewas ditembak oleh Brigadir Bintara Wijaya.

Sayangnya pertemuan tersebut justru berujung pada kerusuhan dan penyerangan terhadap markas Polres OKU. Para anggota TNI semakin brutal dengan membakar gedung dan sejumlah kendaraan yang terparkir di Mapolres OKU. Bahkan ada sejumlah anggota TNI yang berjaga di pintu masuk untuk menghalangi pemadam kebakaran masuk. Baru setelah api membumbung tinggi ratusan anggota Yon Armed meninggalkan lokasi. 4 Anggota polisi dan 1 warga sipil terluka dalam bentrokan tersebut.

Itulah 4 bentrokan yang pernah terjadi antara anggota TNI dan Polri. Ironis sekali bukan jika para TNI Dan Polisi yang seharusnya memberikan rasa aman pada masyarakat, justru saling bentrok bahkan tak segan-segan melakukan baku tembak satu sama lain. Semoga para abdi negara tersebut dapat lebih sadar akan tugas dan fungsinya agar tidak terjadi lagi bentrokan-bentrokan hanya karena alasan sepele dan salah paham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *