Bar di Inggris Blokir Akses Pengunjung ke Sosial Media, Mengapa?

Kumpul-kumpul bersama teman di suatu cafe tentulah menjadi acara yang seru dan dinanti-nanti. Namun, keseruan acara tersebut berubah sejak kehadiran smartphone. Kita lebih sering mengecek media sosial saat berkumpul dengan teman-teman ketimbang bercengkrama dengan mereka.

Melihat perubahan ini seorang pemilik bar di Inggris tak tinggal diam. Steve Tyler, pemilik bar Gin Tub di Hove, East Sussex memasang sebuah alat yang dapat memblokir sinyal elektromagnetik. Ia menginstal alat berupa jaringan metal di dinding dan atap bar. Teknologi yang disebut Faraday Cage itu dipasangnya agar pengunjung mendapat pengalaman lain saat bersosialisasi di barnya.

“Saya hanya ingin orang-orang dapat menikmati suasana malam di bar saya tanpa harus terganggu dengan telepon mereka. Jadi dari pada saya harus meminta mereka untuk tak menggunakan telepon, saya hentikan saja jaringan teleponnya. Saya ingin tamu-tamu saya mendapat pengalaman yang menarik jika keluar rumah,” ujarnya Steve.

Pemasangan Faraday Cage ini membuat sinyal pengunjung menjadi buruk atau bahkan tak ada sinyal. Jadi mereka perlu keluar jika ingin menggunakan handphone.

Steve lebih memilih menggunakan Faraday Cage karena perangkat ini diperbolehkan oleh Wireless Telegraphy Act tahun 2006. Berbeda dengan transmitter pengganggu sinyal (jammer) yang ilegal.

“Saya memutuskan tidak menghalau sinyal dengan jammer tetapi memanfaatkan Faraday Cage sebaik mungkin dan membuat orang saling berbicara satu sama lain,” ungkapnya.

Sejauh ini usahanya tersebut berhasil. Ia hanya sekali mendapat keluhan dari pelanggan. Namun, keluhan tersebut tentang seorang pelanggan yang masih mendapatkan sinyal di perangkat smartphone nya.

Steve Tyler mempunyai solusi lain jika ada pengunjung yang membutuhkan telepon dalam kondisi darurat. Ia menyediakan sebuah telepon yang bisa dipakai oleh pengunjung. Selain itu, ia mempertimbangkan area khusus untuk pemakaian handphone. Konsepnya mirip seperti smoking area di tempat-tempat umum dan akan diletakkan di area luar bar.

Bar Gin Tub sendiri juga meletakkan sejumlah telepon model lama di meja. Telepon tersebut berguna untuk menghubungi meja yang lain atau memesan.

Konsep bar anti smarthpone ini juga diterapkan di Kuala Lumpur. Pihak restoran Antonio’s Trattoria Calabria melarang penggunaan handphone saat makan agar perhatian pengunjung tak terpusat pada handphone. Restoran Abu Gosh di Israel juga menawarkan diskon 50 persen bagi pengunjung yang mematikan telepon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *