Pecel Semanggi, Kuliner Khas Surabaya yang Mulai Dilupakan

Tempat Wisata Makanan Enak Surabaya

Langka dan punah ternyata tidak hanya mengancam binatang di hutan saja, tapi tradisi hingga kuliner tradisional juga bisa berakhir sebagai sejarah dan kenangan. Saat ini yang tergolong langka dan susah ditemukan adalah penjual pecel semanggi. Makanan itu tergolong unik dan memiliki perbedaan mencolok dari menu pecel daerah lainnya. Mungkin dulu banyak, biasanya dijajakan keliling ke kampung-kampung sambil penjualnya meneriakan kata “Semanggi” . Bahkan di pinggir-pinggir jalan pun jarang ditemukan.

Padahal beberapa tahun silam makanan itu cukup terkenal lho, sampai-sampai ada lagunya. Pecel Semanggi adalah makanan berupa rebusan daun semanggi dan tauge, kemudian disiram dengan bumbu kacang yang khas. Selain bahannya yang berupa daun semanggi, yang paling membedakan dari pecel kota lain adalah cara menyantapnya. Jika pecel pada umumnya disantap dengan nasi, tapi tidak begitu dengan pecel semanggi. Kamu tidak akan menemukan nasi, namun rasanya ternyata unik dan khas banget.

Dan yang nggak boleh dilewatkan adalah kerupuk puli yang ukurannya besar-besar. Kerupuk tersebut biasanya digunakan sebagai sendok. Satu kali lahap, lidahmu akan puas dengan cita rasa gurih dari bumbu kacang dan kerupuknya. Belum lagi tekstur dan rasa dari daun semangginya, mantap banget deh. Memang yang menjajakannya keliling sudah jarang banget, namun kamu bisa memburu pecel semanggi di Taman Bungkul, hingga kawasan Tugu Pahlawan.
Satu porsi pecel semanggi biasanya dihargai Rp. 5 ribu saja, murah dan mengenyangkan. Salah satu penyebab menurunnya jumlah penjual semanggi adalah sulitnya mencari bahan baku yaitu daun semanggi apalagi di musim kemarau. Itulah beberapa hal tentang kuliner surabaya yang khas itu, jika kamu ingin tahu menu lain yang nggak kalah enak, simak informasi selengkapnya di sini.

Leave a Reply

Logged in as ihsan. Log out?