50 Tahun G30S/PKI, Perlukah Pemerintah Meminta Maaf Pada Keluarga Eks. PKI?

Anggota PKI

Sudah 50 tahun lamanya sejak peristiwa G30S / PKI terjadi. Indonesia bersimbah darah karenanya. Puncak peristiwa tersebut terjadi saat malam tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965, enam jendaral senior Indonesia dibunuh dan mayatnya dibuang ke sumur.

Soeharto sebagai seorang perwira militer saat itu mengambil alih militer dan memimpin pemberantasan terhadap PKI. Hingga kini peristiwa pemberontakkan PKI tersebut tak bisa dilupakan begitu saja. Dan pada peringatan 50 tahun G30S/PKI di tahun ini, muncul wacana bahwa pemerintah akan minta maaf pada keluarga mantan Anggota PKI.

Anggota PKI
Anggota PKI [image source]
Tentu wacana tersebut menimbulkan kontroversi. Ada yang pro dan sudah pasti ada yang menentang wacana tersebut. Lalu bagaimana pendapat para pakar tentang hal itu? Perlukah permintaan maaf tersebut dilakukan oleh pemerintah? Berikut ini pendapat mereka.

Seorang pelukis bernama Djoko Pekik, yang juga menjadi saksi hidup peristiwa tersebut, beranggapan jika persitiwa tahun 1965 tersebut kemungkinan besar merupakan kesalahan bersama, jadi permintaan maaf tidak harus dilakukan. “Sing wis yo wis (yang sudah terjadi ya sudah), saat ini kita bersatu saja membangun kemerdekaan kita,” begitulah kata Djoko saat hadir dalam acara acara Indonesian Lawyers Club Selasa 29 September kemarin.

Djoko sendiri dulunya adalah seorang anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat(Lekra) yang didirikan oleh PKI. Ia merasa ada yang janggal dalam peristiwa tersebut ia beranggapan bahwa saat itu kedua belah pihak seperti diadu domba besar-besaran.

Menurutnya saat ini keadaan Indonesia juga memprihatinkan karena dijajah oleh kolonialisme modern berwujud para penggusaha asing yang yang dibiarkan saja oleh pemerintah dan rakyat. Padahal sudah tak terhitung lagi berapa banyak hasil alam Indonesia yang mereka keruk. “Harta benda di bumi Indonesia digerogoti para pengusaha besar, anehnya bangsa kita itu seakan tidak sadar, perumpamaan seperti digigit lintah enak-enak gatel ternyata darahnya habis,” kata Djoko.

Sedangkan pendapat berbeda dituturkan oleh mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris. Ia berpendapat jika peristiwa G30S/PKI adalah pengkhianatan terhadap negara dan tidak bisa dimaafkan. “Peristiwa tersebut ingin mengubah dan mengganti pancasila sehingga tidak bisa dimaafkan, dan jangan sampai terulang lagi, sing wis yo wis,” Kata Fahmi Idris.

Itu adalah pendapat beberapa tokoh terkait wacana permintaan maaf pemerintah pada keluarga Eks PKI. Lalu bagaimana menurut Anda sendiri? Perlukah pemerintah meminta maaf pada anggota keluarga Eks.PKI? Silahkan tuliskan komentar Anda di bawah ini.

3 Comments

Leave a Reply
  1. tidak perlu,karena korbannya banyak bukan dari PKI saja,jujur pribadi saya katakan,kalo ga ada PKI mungkin Negri ini ga spt itu?
    korbanya dan yg jadi Musuhnya adalah kaum Muslimin dan TNI (para Jendral )

  2. Perlu memaafkan, tuhan aja pemaaf, masa kita sebagai manusia, tidak bisa memaafkan , coba kalian tanya ustad, pendeta, biksu, tuhan itu pemaaf, jadi kita harus saling memaafkan, yg lalu biar lah berlalu, jgn di ungkit2 lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *